Logo Header Antaranews Sumbar

Menag Sambut Kepulangan Jemaah Haji

Senin, 18 November 2013 13:52 WIB
Image Print
Menteri Agama Suryadharma Ali. (Antara)

Jakarta, (Antara) - Menteri Agama Suryadharma Ali menyambut kepulangan jamaah haji Indonesia dari kelompok terbang (Kloter) 68 Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS/68) di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Rombongan jamaah haji yang berjumlah 344 orang itu tiba dengan pesawat Saudi Arabia Airlines pada Senin, sekitar pukul 06.18 WIB. Kedatangan jamaah haji ini lebih cepat 25 menit dari yang dijadwalkan. Kepada salah seorang jemaah, Menag Suryadharma Ali sempat bertanya apakah penyelenggaraan haji baik atau baik sekali, yang kemudian dijawab jemaah bersangkutan; baik sekali. Mengawali sambutannya yang juga sekaligus sebagai penutupan operasional penyelenggaraan ibadah haji 1434H/2013M, Menag mendoakan agar jamaah haji Indonesia menjadi haji yang mabrur. "Haji yang mabrur harus terus menyatu dalam kehidupan," kata Menag. Menag menegaskan bahwa penyelenggaraan haji 2013 berjalan dengan sangat baik. Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi di antaranya pemotongan kuota, pemanfaatan seluruh fasilitas tawaf yang ternyata bisa dipergunakan. "Fasilitas tawaf yang diperkirakan tidak bisa digunakan karena renovasi, ternyata seluruhnya bisa digunakan ditambah fasilitas tawaf untuk jamaah haji lansia dan kursi roda," kata Menag. Selain itu, lanjut Menag, penerapan hukum oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi juga sangat ketat sehingga jamaah haji non-kuota sangat sedikit. "Jamaah haji non-kuota tahun ini sangat sedikit sekitar 30 hingga 40 orang," kata Menag didampingi Kepala Pusat Informasi dan Humas Zubaidi. Menag juga mengapresiasi kontrol yang ketat dari Pemerintah Arab Saudi terhadap warga Arab Saudi sendiri yang akan menunaikan ibadah haji. Kerajaan Arab Saudi, lanjut Menag, mewajibkan warganya untuk mengurus perizinan apabila hendak menunaikan ibadah haji. Sementara itu, Dubes Arab Saudi di Jakarta Mustafa Ibrahim Al Mubarok ikut mendoakan agar jamaah haji Indonesia mendapat haji yang mabrur. Mustafa menjelaskan kebijakan pemotongan kuota 20 persen dimaksudkan demi memberi kenyamanan bagi jamaah haji. "Saya berharap jamaah haji yang tiba hari ini bisa menceritakan bagaimana kondisi sesungguhnya Masjidil Haram," kata Mustafa. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026