Jakarta (ANTARA) - PT Etana Biotechnologies Indonesia (Etana) resmi ditetapkan sebagai salah satu Laboratorium Pusat Unggulan (Center of Excellence/CoE) Pengembangan Vaksin dan Produk Bioteknologi oleh Kementerian Kesehatan RI.
Head of Corporate Relation Etana Andreas Donny Prakasa menyebut penetapan ini menjadi dorongan besar bagi perusahaan dalam memperkuat riset, memperluas kolaborasi, serta mempercepat inovasi di bidang kesehatan.
"Kami siap memperkuat kapasitas riset, teknologi, dan sumber daya manusia agar Indonesia dapat berperan lebih strategis dalam ekosistem kesehatan global," ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Nomor HK.02.02/E/1504/2025 dan berlaku selama tiga tahun. Etana mendapat mandat untuk melaksanakan riset dan pengembangan vaksin serta produk bioteknologi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memfasilitasi kolaborasi penelitian bersama antarnegara anggota Organization of Islamic Cooperation (OIC).
Etana, disebut Donny, akan mengakselerasi pengembangan pipeline vaksin dan produk bioteknologi, meningkatkan kapasitas peneliti serta tenaga kesehatan melalui pelatihan, dan memperluas kolaborasi riset dengan mitra internasional.
“Sebagai Center of Excellence, Etana memiliki peran strategis tidak hanya dalam penguatan riset internal, tetapi juga sebagai platform kolaborasi dengan universitas, lembaga riset, dan industri farmasi di tingkat nasional maupun global,” kata Donny.
Etana akan secara berkala melaporkan hasil pelaksanaan riset dan pengembangan vaksin serta produk bioteknologi kepada Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Etana ditetapkan jadi laboratorium pusat unggulan pengembangan vaksin
