
Peralatan Kir Dharmasraya Terbaik Ketiga Sumbar

Pulau Punjung, (Antara) - Kelengkapan peralatan pengujian kendaraan atau kir di Kabupaten Dharmasraya yang terbaik ketiga di Provinsi Sumatera Barat. Plt Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi Informatika Pariwisata dan Budaya Kabupaten Dharmasraya Akrial, di Pulau Punjung, Minggu, mengatakan, prestasi akan kelengkapan peralatan pengujian tersebut diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menguji kendaraannya. "Karena layak jalannya kendaraan angkutan disyaratkan sesuai Undang-undang demi keselamatan pengguna jalan. Untuk itu, bagi pemiliki kendaraan angkutan diwajibkan melakukan uji kelayakan jalan kendaraannya setiap enam, bulan sekali," ujarnya. Menurutnya, untuk menertibkan pengujian kendaraan itu, pihaknya mewajibkan masyarakat yang hendak menguji kendaraannya untuk membawa kendaraannya ke tempat pengujian kendaraan yang terletak di Nagari Gunung Medan. " Ini semata-mata demi memberikan pelayan terbaik, agar rekomendasi kelayakan yang kami keluarkan itu dapat dipertanggungjawabkan. Itu sebabnya, kendaraan yang akan diuji wajib dibawa dan nantinya akan diuji," imbuhnya. Hal itu, katanya, untuk mengantisipasi maraknya kasus kecelakaan kendaraan terjadi akhir-akhir ini. "Dengan demikian, kendaraan yang telah lulus uji kelayakan setidaknya terminimalisir dari kasus kecelakaan yang disebabkan ketidaklayakan kendaraan, seperti rem blong, lampu indikator yang tdiak menyala, dan sebagainya," katanya. Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pengujian Kendaraan Joni E, mengatakan, peralatan pengujian kendaraan yang ada saat ini telah menggunakan sistem komputerisasi. "Komputer mendeteksi dan mengetahui secara tepat dan akurat kondisi detail kendaraan, seperti daya pengereman, kekuatan pancar lampu, kecepatan putar roda, dan sebagainya," tandasnya. Proses untuk pengujian kendaraan, sebutnya, meliputi pendaftaran dengan menyerahkan buku pengujian kendaraan, kemudian dilanjutkan dengan serangkain tes uji bagi kendaraan. "Seluruh hasil uji dicatat dalam buku uji kendaraan yang akan menjadi pedoman bagi pengguna tentang kelayakan jalan kendaraannya," katanya. Dia mengungkapkan, saat ini rata-rata jumlah kendaraan yang diuji setiap hari berkisar 10-15 kendaraan. "Kami siap meberikan pelayanan prima terhadapap masyarakat, dan biaya yang akan dikenakan sesuai dengan ketentuan yang ada," ujarnya. (bib/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
