
Artis Upiak Isil harap masalah royalti musik tidak diterapkan di Sumbar

Bukittinggi (ANTARA) - Penyanyi sekaligus pencipta lagu terkenal dari Sumatera Barat, Upiak Isil berharap permasalahan royalti musik yang kini jadi polemik di tingkat nasional tidak menjalar hingga ke daerah.
Seniman dengan nama asli Silvi Nanda (40) itu mengungkap penikmat musik ataupun penampil, pencipta ataupun pihak produser di daerah tidak ingin dipersulit untuk berkarya.
"Adalah kepuasan tersendiri saat lagu bisa didengar orang banyak. Rasanya tidak perlu mempersulit insan seni di Sumatera Barat," kata Upiak Isil.
Ia mengungkap hingga saat ini belum ada sosialisasi ataupun aturan yang diterapkan dalam penyebarluasan karya lagu.
"Belum ada yang menetapkan, belum memastikan pemakaian lagu itu seperti apa. Secara pribadi saya tidak menyetujui pengekangan mendengarkan musik," kata dia.
Menurutnya, untuk di daerah, masih didominasi penampilan dengan panggung kecil serta pembayaran yang minim.
"Tidak mungkin menyusahkan rekan sesama seniman. Selain itu hubungan baik dengan etika budaya Minangkabau masih terjalin baik hingga tidak perlu saling mempersulit," katanya.
Upiak yang berkarya sejak 2017 menegaskan khusus lagu hasil karyanya untuk digratiskan, kecuali saat dibawakan di konser besar berbayar dengan stadion maksimal.
"Itupun karena terikat kontrak saya dengan label dari Malaysia. Komunikasi biasanya dilakukan pihak produser dengan label," kata Upiak Isil.
Menurutnya, seluruh karya seniman saat semakin banyak yang membawakan lagunya, akan menguntungkan untuk semakin dikenal.
"Silahkan bawakan lagu Upiak Isil, bantu untuk memviralkan. Itu berdampak bagus dalam promosi karya," katanya.
Upiak awalnya adalah tenaga medis honorer asal Kabupaten Agam yang meroket sejak membawakan lagu Tak Tun Tuang di 2017.
Kini, sebanyak 85 lagu hasil karya musiknya dikembangkan dengan membantu merilis penyanyi muda berbakat dari berbagai daerah di Sumbar.
Pewarta: Alfatah
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
