Logo Header Antaranews Sumbar

Pemerintah Tawarkan 27 Proyek KPS

Jumat, 15 November 2013 12:59 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Pemerintah menawarkan 27 proyek infarastruktur dengan skema kerjasama pemerintah dan swasta (KPS) dengan nilai 47,52 miliar dolar AS atau sekitar Rp551,2 triliun. "Sebanyak 27 proyek ini terdiri dari 14 proyek prospektif dan 13 proyek potensial," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana usai peluncuran Buku PPP Project Planning 2013 di Jakarta Convention Center, Jumat. Armida menyebutkan 27 proyek infrastruktur tersebut dalam Buku PPP Project Plan 2013 Edisi V. Buku ini merupakan pembaruan dari edisi yang terakhir diterbitkan pada 2012. "Di buku terakhir memuat 21 proyek infrastruktur, ini tidak ditawarkan lagi," katanya. Armida menjelaskan buku tersebut juga memuat perbaikan regulasi sehingga memberi kepastian atas implementasi proyek-proyek tersebut. Ia menjelaskan proyek potensial merupakan proyek yang minimal masuk dalam prioeitas pembangunan infrastruktur sementara proyek prospektif merupakan proyek yang sudah dilengkapi dengan berbagai dokumen pendukung. Menurut dia, proyek infrastruktur yang ditawarkan merupakan proyek menghasilkan pendapatan dan bermanfaat untuk kepentingan masyarakat. "Proyek-proyek tersebut dapat dikelompokkan ke dalam proyek untuk mendukung konektivitas, mendukung penyediaan tenaga listrik dan infrastruktur perkotaan," katanya. Ia mencontohkan proyek pendukung konektivitas antara lain proyek kereta api, MRT dan lainnya. Proyek infrastruktur perkotaan misalnya air minum, pengelolaan limbah dan sampah, serta penyediaan sanitasi. Sebanyak 14 proyek prospektif terdiri dari tiga proyek kereta api, satu proyek tranportasi darat di Banda Aceh, lima proyek jalan tol, dua proyek air minum, dua proyek sanitasi dan satu proyek listrik. Proyek kereta api meliputi Proyek Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta, Terminal Kereta Api Terpadu Gedebage Bandung dan revitalisasi stasiun Kereta Api dan pedestrian Maliboro Yogyakarta. Transportasi di Aceh yitu Pembangunan Perkotaan Terkonsolidasi Banda Aceh. Proyek jalan tol meliputi Pembangunan pembangunan kawasan strategis selat Sunda di Lampung, akses tol Priok, tol Balikpapan-Samarinda, tol Manado-Bitung, dan tol Kayuagung-palembang-Betung. Air minum meliputi proyek di Bogor dan Surakarta. Sementara listrik di Sulawesi Barat. Sementara proyek potensial terdiri dari tiga proyek tranportasi laut, dua proyek tranportasi udara, empat proyek kereta api, tiga proyek jalan tol dan satu proyek sanitasi. Proyek transportasi laut meliputi proyek perluasan pelabuhan Tanjung Priok di Karawang, pembangunan Pelabuhan Maloy Kaltim, dan perluasan pelabuhan tanjung Sauh Batam. Proyek transportasi udara meliputi bandara internasional Kulonprogo dan bandara baru di Bali. Proyek kereta api terdiri dari MRT Surabaya, Monorail Bandung, KA Muara enim-Pulau Bai dan Monorail Sumut. Jalan tol terdiri dari Pasirkoja- soreang (Jabar), Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Jabar) dan Pandaan-Malang (Jatim). Sementara proyek sanitasi yaitu pengolahan air limbah DKI Jakarta. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026