Logo Header Antaranews Sumbar

Realisasi pajak kendaraan bermotor di Pasaman Barat Rp15,8 miliar

Senin, 28 Juli 2025 18:46 WIB
Image Print
Kepala Badan Pendapatan Daerah Pasaman Barat Afrizal Azhar. ANTARA/Altas Maulana. (Capaian realisasi pajak kendaraan bermotor)

Simpang Empat (ANTARA) - Badan Pendapatan Daerah, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat mencatat capaian realisasi pajak kendaraan bermotor atau opsen hingga saat ini mencapai Rp15.837.794.300 dari target Rp25.627.820.786 selama 2025.

Menurut Kepala Badan Pendapatan Daerah Pasaman Barat Afrizal Azhar di Simpang Empat, Senin, mengatakan capaian pajak kendaraan itu terdiri dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar Rp9.591.565. 400 dari target Rp15.865.687.205 atau 60,45 persen.

Kemudian dari Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar Rp6.246.228.900 dari target Rp9.762.133.581 atau 63,98 persen.

Dia mengatakan pihaknya optimis mencapai target yang ditetapkan sampai akhir 2025 dengan dukungan semua pihak.

Pihaknya telah menyurati perusahaan dan pabrik kelapa sawit yang ada di daerah itu agar melakukan proses balik nama kendaraan bermotor dari plat nomor luar menjadi plat daerah itu atau plat S dalam rangka menarik pajak sebagai upaya peningkatan pendapatan daerah.

Sesuai UU Nomor 1 Tahun 2022 dan peraturan daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2024 tentang pajak dan retribusi daerah bahwa opsen pajak kendaraan bermotor didistribusikan ke daerah maksimal 66 persen maka perlu kendaraan di perusahaan kelapa sawit di balik namakan menjadi plat S.

Pihaknya telah melayangkan surat ke 14 pabrik dan 17 perusahaan kelapa sawit agat segera melaporkan kendaraan mereka.

Dia memperkirakan ada ratusan kendaraan bermotor milik perusahaan itu ber plat non Pasaman Barat.

"jika semuanya berproses menjadi plat nomor Pasaman Barat maka akan ada penambahan pendapatan dari pajak kendaraan sebesar Rp25 miliar lebih," katanya.

Dia menilai jika kendaraan perusahaan yang beroperasi di Pasaman Barat itu beralih menjadi plat nomor Pasaman Barat maka pajak kendaraannya bisa masuk ke kas daerah untuk digunakan pembangunan daerah.

Dia menegaskan kepada perusahaan dan pabrik kelapa sawit agar bisa melaporkan kendaraan bermotornya dengan jujur agar bisa membantu daerah dalam pembangunan di tengah efisiensi anggaran saat ini.

Selain itu, pihaknya juga menggencarkan razia pajak kendaraan yang mati bekerja sama dengan pihak kepolisian dan samsat.



Pewarta:
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026