
Dirut Mandiri: Indonesia Mampu Lewati Krisis

Jakarta, (Antara) - Indonesia dinilai mampu melewati dampak krisis global yang terjadi belakangan ini, sesuai dengan pengalaman ketika berhasil mengatasi krisis ekonomi yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. "Ekonomi Indonesia rentan terhadap krisis seperti yang terjadi tahun 1998, 2005, 2008 dan kini krisis ekonomi AS dan sejumlah negara Eropa. Kita masih terus berupaya lepas dari dampaknya," kata Dirut PT Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin, saat berbicara pada "Mandiri Investment Forum 2013," di Jakarta, Senin. Namun menurut Budi, di satu sisi ekonomi nasional tetap beruntung, karena Indonesia memiliki para bankir, ekonom, dan Bank Setral yang memiliki pengalaman luas, sehingga selalu dapat mengatasi dampak yang lebih dalam dari krisis-krisis tersebut. Ia menjelaskan, dengan pengalaman-pengalaman tersebut pemerintah bisa dan mampu mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang sifatnya untuk meredam gejolak ekonomi, namun sekaligus dapat menopang pertumbuhan ekonomi. Untuk itulah ditambahkan Budi, Pemerintah diyakini tetap berbuat sesuatu demi mengatasi krisis. "Kami meyakini krisis yang terjadi belakangan ini juga akan dilewati," ujarnya. Ia berharap bahwa krisis yang terjadi belakangan ini tidak lebih buruk dibandingkan krisis yang terjadi pada tahun 2008. Budi memprediksi, dari sisi tingkat inflasi juga diharapkan tidak melebihi 11 persen, seperti yang terjadi ketika krisis 2008. Sama halnya dengan IHSG yang sempat terpuruk, secara perlahan kembali menguat, termasuk nilai tukar rupiah yang mulai stabil. "Sedangkan sektor perbankan, kami menilai masih bisa bertahan, tercermin dari kinerja keuangan yang terus membaik hampir seluruh perbankan nasional," ucapnya. Mandiri Investment Forum 2013, digelar Bank Mandiri bersama Mandiri Sekuritas dan Goldman Sachs yang mempertemuka sekitar 400 investor dalam dan luar negeri guna mendorong peningkatan investasi di Tanah Air. Forum bertema "Indonesia: Preparing for The New Era" ini dikemas dalam bentuk diskusi panel selama dua hari yang ditujukan untuk investor dan pelaku bisnis, yang meghadirka pembicara: Nouriel Roubini, Professor of Economics dari New York University, Menkeu M. Chatib Basri, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan. Selanjutnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo serta Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara. Semetara dari kalangan dunia usaha, pemberi presentasi pada forum ini antara lain Commissioner Mayora Hermawan Lesmana, Direktur Utama PLN Nur Pamudji, Direktur Utama PT Taspen Iqbal Latanro, Direktur Utama Indonesia Infrastructure Finance Kartika Wirjoatmodjo dan Direktur Utama Pelindo II R.J. Lino dan CFO Astra Sedaya Finance (ASF) Hugeng Gozali. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
