
Argentina Dan Ekuador Jalani Laga Sulit

Santiago, (ANTARA/Reuters) - Argentina dan Ekuador harus menjalani laga sulit untuk memuncaki klasemen dalam Kualifikasi Piala Dunia 2012 kawasan Amerika Selatan, Selasa. Argentina tampil baik di kandang dan memimpin grup dengan 17 poin dari delapan pertandingan yang sudah dijalani. Kesebelasan yang diperkuat Lionel Messi itu hanya mampu meraih satu kemenangan dari tiga laga tandang sebelum menghadapi tuan rumah Chili di Santiago Rabu mendatang. Setidaknya Argentina sudah menyelesaikan setengah dari semua pertemuan yang harus dilakoninya. Ekuador yang tertinggal satu poin mengincar kemenangan pertama tandang atas Venezuela di Puerto La Cruz. Torehan 16 angka Ekuador didapat setelah memanfaatkan memanfaatkan keuntungan laga kandang di Quito yang memiliki ketinggian 2.800 meter di atas permukaan laut. Sementara itu, Kolombia yang mengoleksi 16 poin berada di peringkat tiga klasemen lantaran kalah selisih gol dari Ekuador. Tim itu mencatatkan diri sebagai tim tandang terbaik setelah merebut dua kemenangan dari Peru dan Chili. Hanya saja Kolombia mendapatkan beberapa pertandingan "bye" yang membuat mereka beristirahat sampai Maret. Baik Argentina dan Ekuador membutuhkan kemenangan dari lima lawatan tandang dari delapan pertandingan tersisa. Pelatih Argentina Alejandro Sabella menorehkan awal buruk dalam laga kualifikasi setelah tim asuhannya kalah dari tim kejutan Venezuela. Akan tetapi, permainan Argentina membaik setelah menorehkan kemenangan kandang 3-0 atas Uruguay pada Jumat. Kapten Argentina Lionel Messi memberikan kontribusi dua gol kepada Tim Tanggo dalam pertemuan itu. Namun, Argentina bermain buruk saat bertandang ke Peru yang berkesudahan 1-1. "Chili akan menjadi rival berat. Mereka membutuhkan kemenangan untuk memperbaiki posisi dalam kualifikasi Piala Dunia," kata Messi. Pasukan La Roja, julukan Chili, berada di posisi kelima klasemen sementara dengan 12 poin yang setara dengan Uruguay. Chili akan menghadapi Argentina tanpa pemain belakang Pablo Contreras dan gelandang Arturo Vidal yang yang diusir wasit pada Jumat. Selain itu pemain belakang kiri Osvaldo Gonzalez mengalami skorsing bermain. Ekuador yang bermain imbang 1-1 melawan Ekuador bulan lalu menyadari bahwa kehilangan poin dalam pertandingan selanjutnya akan mengancam peluang mereka tampil dalam putaran final Piala Dunia ketiga kalinya. "Berpikir tidak kalah dalam pertandingan merupakan ide buruk. Kami berusaha menang di setiap Stadion," kata pemain bertahan Ekuador Frickson Erazo seusai timnya menang atas Chili. "Kami tahu pertandingan menghadapi Venezuela akan menjadi pertandingan penting. Mereka telah berubah dan juga berpeluang lolos ke Piala Dunia. Kami harus menunjukkan bahwa kami tim kuat dimana saja, bukan hanya di Quito," kata kapten Ekuador Walter Ayovi. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
