
Prajurit Libya Tewas Dalam Ledakan di Benghazi

Benghazi, Libya, (Antara/Reuters) - Seorang prajurit tewas dalam ledakan di kota Benghazi, Libya timur, kata beberapa sumber keamanan, Minggu. Dalam insiden terpisah, 16 orang cedera dalam bentrokan di sebuah penjara di kota itu. Satu sumber keamanan mengatakan, seorang prajurit Libya tewas dan satu lagi cedera ketika bom yang disembunyikan di kantung sampah meledak di dekat pos pemeriksaan militer di Benghazi pada Sabtu larut malam. Di penjara terbesar Benghazi, Kuafiya, sekelompok tahanan membekuk seorang sipir pada Minggu pagi dan mencuri kunci-kuncinya, kata satu sumber keamanan lain. Mereka kemudian bergerak ke sekitar bangunan penjara dan mulai melepaskan tembakan. Menurut sumber itu, 15 tahanan cedera selama bentrokan dengan sipir yang berusaha memulihkan ketertiban. Satu sipir juga terluka dalam bentrokan itu. Benghazi, tempat lahirnya pemberontakan anti-pemerintah yang menggulingkan rejim Muamar Gaddafi, dilanda pemboman dan serangan-serangan terhadap aparat keamanan dan juga konvoi serta organisasi internasional dan beberapa misi Barat. Pihak berwenang menyalahkan kelompok garis keras atas kekerasan itu. Militan yang terkait dengan Al Qaida menyerang Konsulat AS di Benghazi yang menewaskan Duta Besar AS untuk Libya, Chris Stevens, dan tiga warga lain Amerika pada 11 September 2012. Pemerintah baru Libya hingga kini masih berusaha mengatasi banyaknya individu bersenjata dan milisi yang memperoleh kekuatan selama konflik bersenjata yang menggulingkan Muamar Gaddafi. Gaddafi (68), pemimpin terlama di dunia Arab dan telah berkuasa selama empat dasawarsa dan bersikeras akan tetap berkuasa meski ia ditentang banyak pihak, diumumkan tewas oleh kelompok pemberontak Dewan Transisi Nasional (NTC) pada 20 Oktober 2011. NTC, yang memelopori pemberontakan untuk menggulingkan pemerintah Gaddafi, mendeklarasikan "pembebasan" Libya tiga hari setelah penangkapan dan pembunuhan orang kuat itu pada 20 Oktober. Selama konflik, dewan itu mengatur permasalahan kawasan timur Libya yang dikuasai pemberontak dan melobi keras untuk pengakuan diplomatik dan perolehan dana untuk mempertahankan perjuangan berbulan-bulan dengan tujuan mendongkel kekuasaan Gaddafi. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
