Sebanyak 248 rumah di Bengkulu terdampak gempa bumi

id Kapolda Bengkulu,Polda Bengkulu,Dampak akibat gempa di Bengkulu,Provinsi Bengkulu,Kota Bengkulu,BMKG Stasiun Geofisika K

Sebanyak 248 rumah di Bengkulu terdampak gempa bumi

Anggota Basarnas dan sejumlah pihak terkait saat mendata rumah warga di Kota Bengkulu yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang terjadi pada Jumat dini hari, Sabtu (24/5/2025). ANTARA/Anggi Mayasari.

Kota Bengkulu (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bengkulu Irjen Pol Mardiyono menyebutkan bahwa terapat sebanyak 248 rumah terdampak, dan 20 di antaranya mengalami rusak berat akibat gempa bumi yang terjadi pada Jumat dini hari (23/5/2025).

"Kita baru dapat informasinya, itu termasuk korban gempa juga. Posisi korban saat ini masih di rumah sakit Bhayangkara, dan satu korban kabarnya tadi malam ada yang mau dioperasi," ujar Mardiyono di Kota Bengkulu, Sabtu.

Dia menjelaskan, pada kejadian tersebut juga menyebabkan satu orang meninggal dunia dan dua warga saat ini menjalani perawatan di rumah sakit, yaitu Suheri Lensi (53) warga Kelurahan Dusun Besar Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu dinyatakan meninggal dunia karena memiliki riwayat penyakit jantung dan panik ketika terjadi gempa.

Kemudian untuk dua korban yang saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu yaitu Rian Saputra (39) warga Kelurahan Sukamerindu Kecamatan Sungai Serut. Dia mengalami patah tulang tangan kiri, dan seorang pelajar yaitu Kalista berusia 16 tahun warga Kelurahan Sawah Lebar Kota Bengkulu yang mengalami luka robek di kaki kanan.

Ia menerangkan, untuk wilayah yang paling berdampak usai terjadinya gempa bumi tersebut yaitu Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu Kharistian Hermansyah menyampaikan bahwa untuk di Kota Bengkulu yang mengalami kerusakan terdiri atas dua unit sekolah, dua unit masjid, dua kantor camat, fasilitas umum, dan 192 rumah warga.

Kemudian, untuk di Kabupaten Bengkulu Tengah yang mengalami kerusakan yaitu berupa enam unit bangunan yang berada di Desa Nakau, Desa Pondok Kubang, satu unit PAUD, dua unit SD, dan satu unit SMK.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasuin Geofisika Kepahiang menjelaskan bahwa gempa bumi bermagnitudo 6,0 tersebut disebabkan karena aktivitas deformasi di bawah kerak bumi sehingga dapat dirasakan oleh masyarakat.

"Untuk gempa kali ini disebabkan oleh intarslab atau aktivitas deformasi di bawah kerak bumi. Gempa tersebut dirasakan hampir seluruh provinsi Bengkulu dengan MMI tiga hingga enam MMI," kata Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Pertama Muhammad Najib.

Usai terjadinya gempa yang bermagnitudo 6,0 dengan kedalaman 84 kilometer di bawah permukaan itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat jangan termakan isu hoax atau palsu, selalu tenang, selalu siaga, jangan panik dan selalu mencari informasi dari sumber yang terpercaya.

Pewarta :
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.