Logo Header Antaranews Sumbar

Utusan PBB: Perundingan Sahara Barat Tak Ada Harapan

Kamis, 31 Oktober 2013 07:40 WIB
Image Print

PBB, (Antara/AFP) - Di tengah ketegangan baru di Sahara Barat, utusan Perserikatan Bangsa Bangsa Rabu mengatakan masih ada harapan diselenggarakannya pembicaraan tatap muka di wilayah sengketa antara Maroko dan pemberontak pro-kemerdekaan. Maroko, yang menempati wilayah itu, memanggil pulang duta besarnya ke Aljir saat Dewan Keamanan PBB mengadakan pembicaraan di Sahara Barat. Aljazair adalah pendukung penting gerakan kemerdekaan Front Polisario. Maroko membuat protesnya atas komentar oleh Aljazair Presiden Abdelaziz Bouteflika tentang bekas koloni Spanyol itu. Pada konferensi di Nigeria pada Senin, pidato yang dibacakan atas nama Bouteflika oleh seorang menteri Aljazair membuat seruan baru untuk misi PBB di Sahara Barat agar memiliki mandat hak pengawasan hak asasi manusia. Maroko, yang mulai menduduki Sahara Barat pada tahun 1975 sebagai koloni Spanyol, keras menolak seruan untuk pengawasan hak asasi manusia. Misi-misi PBB lainnya di dunia sebagian besar memiliki mandat hak HAM. Kementerian Luar Negeri Maroko menyebut komentar Aljazair "agresif" dan "sengaja provokatif". Perbatasan antara Maroko dan Aljazair telah ditutup sejak tahun 1994 di tengah memburuknya hubungan permusuhan mereka atas Sahara Barat, yang kaya fosfat tetapi jarang penduduknya wilayah antara mereka. Aljazair adalah pendukung utama Front Polisario, yang memerangi tentara Maroko sampai gencatan senjata yang ditengahi PBB pada tahun 1991. Utusan khusus PBB Dennis Ross menjelaskan kepada Dewan Keamanan mengenai kegagapannya untuk upaya membawa Maroko dan Front Polisario ke meja perundingan. Ross pergi ke Maroko, Sahara Barat, Aljazair dan Mauritania bulan ini untuk upaya memecahkan kebuntuan perundingan diplomasi bolak-balik itu. "Dia bermaksud untuk kembali ke wilayah tersebut dalam beberapa pekan mendatang untuk mengejar pendekatan baru ini," kata sebuah pernyataan PBB yang dirilis setelah pembicaraan Dewan Keamanan. "Dia akan mengadakan putaran lain pembicaraan tatap muka antarapara pihak hanya bila prospek bagi kemajuan pada pertemuan bersama dari pihak-pihak ditingkatkan," tambah pernyataan itu. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026