
Petani Karet Thailand Terus Memblokade Jalan

Prachuap Khiri Khan, (Antara/TNA-0ANA) - Para petani karet dari Thailand Selatan mendesak pemerintah menghentikan pemblokiran Jalan Phetchkasem, rute utama menuju wilayah selatan, dan bersumpah untuk melanjutkan demonstrasi mereka sampai tuntutan mereka dipenuhi. Para petani karet dan kelapa sawit dari 16 provinsi di Selatan telah memindahkan kursi-kursi dan tenda-tenda mereka dari Penanda Km 415 di Kabupaten Saphan Noi ke pinggir jalan, tetapi menolak untuk bubar. Gubernur Prachuap Khiri Khan, Wira Siwatthanatrakun bertemu dengan para pemimpin petani tetapi tidak tercapai kesepakatan. Para pengemudi motor yang menuju atau datang dari Selatan diperintahkan untuk menggunakan jalan pantai untuk menghindari Jalan Petchkasem yang diblokir antara Km 400 dan Km 423. Menteri Dalam Negeri Charupong Ruangsuwan mengatakan, Undang-undang Pencegahan Bencana dan Mitigasi akan tetap berlaku di provinsi untuk memfasilitasi penjagaan ketertiban umum. Sebuah komite tripartit yang terdiri dari pengusaha, petani dan akademisi dibentuk untuk mencari resolusi guna mencegah penurunan harga karet dan kelapa sawit. Wakil Perdana Menteri Pracha Promnok mengatakan, pihaknya tidak mungkin setuju dengan lima tuntutan petani, yang paling penting, melibatkan perjanjian harga jual karet 100 bath/kg. Dia mengatakan, gubernur provinsi diberdayakan untuk mengambil tindakan hukum jika para pengunjuk rasa menolak membuka Jalan Petchkasem. Menteri Pertanian Yukol Limlaemthong mengatakan, pemerintah tidak bisa ikut campur dalam mekanisme pasar dengan membeli karet di 100 bath/kg, tetapi para petani akan diberikan bantuan keuangan untuk produksi karet. Petani kelapa sawit dari 26 provinsi bertemu di Surat Thani Senin untuk membahas solusi penurunan harga minyak sawit dan setuju untuk menyerahkan proposal mereka kepada pemerintah guna mendapatkan tindakan lebih lanjut. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
