Logo Header Antaranews Sumbar

AS: Myanmar Lakukan Langkah Positif

Minggu, 18 November 2012 20:28 WIB
Image Print

Bangkok (ANTARA/AFP) - Myanmar telah melakukan "langkah positif" untuk menurunkan hubungan militernya dengan Korea Utara, kata Gedung Putih Sabtu menjelang kunjungan Presiden Barack Obama ke Yangon. Myanmar, dulu bernama Burma diperkirakan melakukan kerja sama militer dan nuklir dengan Pyongyang selama puluhan tahun pemerintah junta yang berakhir tahun lalu. "Kami telah melakukan dialog dengan pemerintah Burma tentang perlunya menurunkan hubungan mereka dengan Korea Utara," kata Ben Rhodes, wakil penasehat keamanan nasional AS di pesawat kepresidenan yang membawa Obama ke Asia. "Kami menganggap mereka telah melakukan langkah positif ke arah itu. Dan yang ingin kita lihat lagi adalah menghentikan hubungan yang ada antara Burma dan Korea Utara. Rhodes menyatakan bahwa Washington juga memulai tahap awal satu pendekatan militer dengan militer dengan Myanmar, dan mengisyaratkan bahwa pada satu saat negara itu diharapkan akan ikut bergabung dalam pelatihan militer AS dengan Thailand. Laporan-laporan mengenai kerja sama militer antara Myanmar dan Korut telah menimbulkan kecemasan bagi Washington dan sekutu-sekutu Asianya pada masa lalu. Presiden Myanmar Thein Sein , yang akan menjadi tuan rumah Obama di Yangon Senin, membantah adanya usaha tertutup untuk memiliki teknologi senjata-senjata nuklir dari Korut, yang terlibat pertikaian lama soal nuklir dengan AS. Satu laporan PBB tahun 2010 menuduh Pyongyang memasok peralatan nuklir dan rudal balistik yang terlarang ke Myanmar,Iran dan Suriah. Myanmar menegaskan terlalu miskin untuk memiliki senjata-senjata nuklir dan pihaknya selalu menaati resolusi-resolusi PBB, bahkan telah menghentikan program riset tenaga nuklir yang didukung Rusia karena kekhawatiran internasional. Dalam usaha untuk meningkatkan pengucilan terhadap Korut menyangkut program nuklirnya, Washington melakukan usaha-usaha keras dalam tahu-tahun belakangan ini untuk menghentikan perdagangan Pyongyang dalam perlengkapan nuklir, keahlian dan teknologi balistik. Obama akan menjadi presiden pertama AS mengunjungi Myanmar pada Senin, setelah terlebih dulu singgah di Thailand. Selain bertemu dengan Thein Sein, ia juga akan mengunjungi pemimpin demokrasi Aung San Suu Kyi di vila di tepi danau tempat ia pernah berada dalam tahanan rumah sebelum reformasi digulirkan oleh Thein Sein dan pemerintah sipilnya. (*/wij)



Pewarta:
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026