Logo Header Antaranews Sumbar

Mogok Kerja Buruh PT Bridgestone Berlanjut

Selasa, 22 Oktober 2013 18:45 WIB
Image Print

Simalungun, (Antara) - Aksi mogok kerja karyawan perkebunan karet PT Bridgestone Sumatera Rubber Estate di Dolok Merangir Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara berlanjut karena belum adanya kepastian dari top manajemen terhadap tuntutan pekerja. Aksi karyawan dan staf di Kebun Dolok Ulu Kecamatan Tapian Dolok dan Kebun Dolok Merangir Kecamatan Dolok Batu Nanggar di hari kedua, Selasa semakin bertambah dengan bergabungnya seluruh staf mendukung aksi mogok kerja ini sehingga mencapai 6.000-an orang. "Rekan-rekan di Aek Tarum Kabupaten Asahan yang merupakan salah satu unit kerja PT Bridgestone juga melakukan aksi mogok kerja dan berorasi di tempatnya. Besok, mereka bergabung dengan kami di sini (perkantoran di Dolok Merangir)," ujar seorang asisten lapangan Siddik Mirza. Siddik menegaskan para karyawan yang dianggap mangkir kerja tidak takut menerima sanksi dari pihak perusahaan untuk memperjuangkan kenyamanan dalam bekerja atas kebijakan sepihak Presiden Direktur PT Bridgestone Togar Simanjuntak yang dituding merusak sistem manajemen. Di antaranya sebut Siddik, Presiden Direktur melakukan pengurangan jam lembur, mengurangi staf untuk efisiensi, tetapi dalam waktu bersamaan mengangkat dua staf dengan gaji dan fasilitas yang besar. Contohnya Philip (anak kandung Presiden Direktur) bergaji Rp8,5 juta per bulan dan diberi rumah dinas. Nam Hui dengan gaji Rp16 juta per bulan mendapat fasilitas rumah dan mobil dinas. "Kami sudah layangkan surat ke top manajemen di Jepang agar Presiden Direktur diberhentikan dari jabatannya. Jika belum dipenuhi, kami akan terus mogok kerja dan siap menerima sanksi," kata Siddik yang didukung serikat kerja SPSI di PT Bridgestone. Pantauan ANTARA, mogok kerja ini melumpuhkan seluruh aktivitas perusahaan penghasil getah karet di Kabupaten Simalungun. Pabrik tidak beroperasi, tanaman karet seluas 13 hektare di Kebun Dolok Ulu dan Dolok Merangir tidak dideres sehingga tidak mengeluarkan getah. "Perusahaan kehilangan Rp6 miliar dari produksi yang seharusnya diperoleh selama dua hari akibat aksi karyawan yang tidak menjalankan kerja (mangkir)," ujar Presiden Direktur PT Pridgestone Togar Simanjuntak di rumah dinasnya. Togar menyayangkan sikap staf yang mengajak karyawan berdemo dengan tuntutan menggulingkan dirinya dari jabatan dan menyerahkan sepenuhnya kepada top manajemen di Jepang untuk menganalisa dan mengevaluasi kebijakan perusahaan yang dipimpinnya selama empat bulan ini. Togar juga mengimbau kepada karyawan untuk tidak terprovokasi dan bekerja seperti semula, dan kepada para staff selaku atasan langsung karyawan untuk memberikan teladan yang baik. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026