
Pemkab Pasaman Rangkul TNI Gerakan MOP

Lubuk Sikaping, (Antara) - Pemerintah Kabupaten Pasaman menggandeng Kodim 0305 yang ada di daerah tersebut untuk melakukan Medis Operasi Pria (MOP) dalam upaya menstabilkan angka pertumbuhan penduduk. Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (P2KB) Pasaman Yusnimar di Lubuk Sikaping, Senin, mengatakan, kegiatan ini dilakukan selama dua hari melalui kerja sama lintas SKPD terkait dan Kodim 0305. "Ini sekaligus menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan kesejateraan keluarga dan peningkatan ekonomi keluarga di Kabupaten Pasaman," ujarnya. Dia mengatakan, dalam kegiatan MOP tersebut pemerintah bersama TNI di Pasaman mengarahkan masyarakat terutama kaum pria untuk dapat meningkatkan partisipasinya dalam ber-KB. "Dalam pelaksanaan upaya tersebut dua unit mobil pelayanan KB dari langsung disiapkan di markas Kodim 0305 agar kegiatan itu dapat berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan, ucap Yusnimar. Dandim 0305 Pasaman, Letkol NBS Situmeang menambahkan, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian dan tanggung jawab TNI yang bersinergi dengan BKKBN dan Dinas Kesehatan serta Pemkab Pasaman. Dengan adanya upaya ini dijalin komitmen bersama dalam optimalisasi pelaksanaan revitalisasi program KB. "Sebagai tolok ukur dalam keberhasilan upaya tersebut juga sangat ditentukan atas partisipasi seluruh komponen masyarakat yang ada di daerah," ujarnya. Sementara itu, Bupati Pasaman Benny Utama mengapresiasi kepada para lelaki yang ikut berperan serta dalam ber-KB tersebut. "Kita sangat bangga, ternyata di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat partisipasi kaum bapak dalam ikut ber-KB cukup besar, ucapnya. Menurut Bupati, pemasangan alat KB jenis ini sangat cocok untuk kaum pria. dimana pemasangan KB jenis MOP ini tidak akan pernah meleset jika dibandingkan dengan pemasangan alat KB pada kaum wanita. Kegiatan ini sangat baik dilakukan, karena mengingat bangsa Indonesia yang semakin hari pertumbuhan penduduknya semakin padat. Oleh karena itu, pertumbuhan penduduk harus dikendalikan dari sekarang sehingga puluhan tahun mendatang bisa stabil yang sekalian dapat mengatasi terjadinya krisis pangan di negara Indonesia. (**/zik/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
