Logo Header Antaranews Sumbar

Angola Bantah Tentaranya Memasuki Republik Kongo

Minggu, 20 Oktober 2013 17:48 WIB
Image Print

Luanda, (Antara/AFP) - Angola membantah bahwa tentaranya memasuki wilayah Republik Kongo tetangganya, seperti yang dilaporkan para pejabat Kongo sebelumnya. "Tidak ada tentara Angola memasuki Kongo," kata Mario Augusto, juru bicara kementerian luar negeri kepada AFP, Sabtu. "Kami tidak memiliki pasukan militer di Kongo maupun di Republik Demokratik Kongo (DRC)," kata Augusto. Sebelumnya dalam pekan ini para pejabat Republik Kongo mengatakan pasukan Angola memasuki negara itu, Ahad, menahan 55 tentara di daerah Kimongo dan pada hari berikutnya mundur kembali ke Angola. Para tentara Kongo itu akhirnya dibebaskan Jumat. "Pasukan kami.. baru saja dibebaskan," kata Jacques Mouanda, seorang pejabat senior dari distrik Niari tempat insiden itu terjadi kepada AFP Jumat. "Kami menggunakan saluran diplomatik untuk menjamin pembebasan mereka. Melalui perundingan alot," katanya. Daerah Kimongo telah lama diklaim oleh pemberontak di daerah kantong Cabinda, Angola dan sumber-sumber di daerah itu mengatakan pasukan Angola memasuki perbatasan internasional untuk mengejar pemberontak. Perbatasan Cabinda di Kongo sebelah utara dan terpisah dari daerah Angola lainnya di selatan oleh sepotong daerah milik Republik Demokratik Kongo. Kendatiun kecil, Cabinda merupakan daerah Angola yang banyak menghasilkan minyak, yang menjadikan negara produser minyak terbesar kedua di Afrika sub-Sahara, setelah Nigeria. Pemberontak Cabinda telah memerangi Angola sejak negara Afrika barat daya itu memperoleh kemerdekaan dari Portugal tahun 1975. Republik Kongo, Angola dan Republik Demokratik Kongo menandatangani satu perjanjian non-agresi dan pada tahun 1997 pasukan Angola membantu Presiden Denis Sassaou Nguessio berperang untuk merebut kekuasaannya kembali dalam satu perang saudara. (*/wij)



Pewarta:
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026