Logo Header Antaranews Sumbar

Wapres Kembali Minta Program KB Direvitalisasi

Kamis, 17 Oktober 2013 13:22 WIB
Image Print
Boediono

Jakarta, (Antara) - Wakil Presiden (Wapres) Boediono kembali mengingatkan soal pentingnya revitalisasi program kependudukan dan keluarga berencana (KB) guna menyukseskan pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Tanah Air. "Pembangunan kualitas hidup manusia adalah tujuan sentral dalam pembangunan suatu bangsa," kata Wapres Boediono saat menghadiri Seminar Nasional Kependudukan Tahun 2013 di Auditorium Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jakarta, Kamis. Seminar tersebut bertema "Skenario Kependudukan untuk Pembangunan Berkelanjutan" yang diadakan oleh Ikatan Peminat dan Ahli Demografi Indonesia (IPADI) bekerja sama dengan BKKBN. Menurut Wapres, program keluarga berencana bukan hanya terkait dengan pengendalian laju pertumbuhan penduduk namun juga mengenai bagaimana penduduk yang lahir bisa menjadi sumber daya manusia yang berkualitas. Melihat pertumbuhan penduduk di Tanah Air saat ini, Wapres Boediono mengingatkan bahwa program Keluarga Berencana masih sangat relevan untuk dilaksanakan. "Apalagi melihat statistik kependudukan kita saat ini, pengendalian dari fertilitas (kelahiran) masih perlu kita lakukan," katanya. Wapres mengakui bahwa saat ini Indonesia menghadapi suatu tatanan baru dari pemerintahan, yakni desentralisasi. Tetapi dia optimistis, program KB masih dapat dijalankan dengan inisiatif dari masyarakat karena ruang untuk kegiatan dari masyarakat masih sangat luas. Wapres mengingatkan, salah satu cara yang paling efektif adalah dengan merevitalisasi program KB. "Tidak perlu menunggu program dari pemerintah, masyarakat bisa melakukannya dan tokoh-tokoh IPADI dapat mendorong masyarakat dengan pemikirannya," katanya Ia berharap tokoh-tokoh IPADI dapat memberikan masukan kepada pemerintah, baik di pusat maupun di daerah dengan fokus pada pembangunan manusia. Hadir dalam acara tersebut Kepala BKKBN Fasli Jalal, Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN yang juga pengurus IPADI Sudibyo Alimoeso dan sejumlah tokoh kependukan. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026