Logo Header Antaranews Sumbar

Amnesti:Tentara Mesir Gunakan Peluru Tajam terhadap Pendukung Moursi

Selasa, 15 Oktober 2013 16:51 WIB
Image Print

Kairo, (Antara/AFP) - Pasukan keamanan Mesir menggunakan peluru tajam pada 6 Oktober untuk membubarkan para pendukung mantan presiden Mohamed Moursi yang juga diserang oleh orang-orang bersenjata api dan pedang, kata Amnesti Internasional, Senin. Setidaknya 49 orang tewas dan ratusan lainnya cedera di Kairo ketika pasukan keamanan menggunakan "kekuatan berlebihan dan tidak beralasan" untuk membubarkan massa pro-Moursi, kata kelompok hak asasi manusia itu. Kementerian kesehatan Mesir mengatakan setidaknya 57 orang tewas pada hari tindakan keras berdarah termasuk 48 orang di Kairo. Amnesti Internasional yang mengutip pernyataan para saksi mata dalam beberapa hal pasukan keamanan bertindak sebagai orang berpakaian sipil menggunakan senjata-senjata api, golok dan pedang menyerang para demonsran Muslim. Pada 6 Oktober, pasukan keamanan bentrok dengan massa pro-Moursi di Kairo ketika mereka berusaha masuk ke Taman Tahrir ibu kota itu di mana pendukung militer memperingati ulang tahun ke-40 Perang Arab-Israel. "Pasukan keamanan Mesir ternyata gagal mencegah jatuhnya korban jiwa. Dalam sejumlah kasus orang yang berada dekat lokasi unjuk rasa para pemrotes damai terperangkap dalam aksi kekerasan itu," kata Hassiba Haddj Sahraoui dari Amnesti dalam satu pernyataan. "Kendatipun sejumlah pemrotes pro-Moursi melemparkan batu-batu, membakar ban-ban mobil dan menggunakan petasan atau benda-benda lainnya terhadap pasukan keamanan dan penduduk lokal, pasukan keamanan melakukan serangan dengan menggunakan kekuatan yang mematikan yang tidak sangat diperlukan." Amnesti mengatakan tidak ada anggota pasukan keamanan tewas dalam bentrokan itu. Bentrokan itu adalah terburuk sejak pasukan keamanan menyerbu dua kamp protes pro-Moursi di Kairo pada 14 Agustus, yang menyebabkan ratusan orang tewas. Amnesti mengatakan pertumpahan darah terburuk terjadi di distrik Dokki, Kairo, di mana 27 orang tewas akibat luka-luka tembak dan tiga dari peluru senapan berburu. Di Dokki, pasukan keamanan menggunakan "gas air mata, senapan dan amunisi tajam terhadap para pemrotes yang berusaha mencapai dan melintasi satu jembatan menuju Taman Tahrir," kata kelompok yang bermarkas di London itu. Amnesti mengatakan 16 orang lainnya kena "tembak di kepala" dekat Taman Ramses ketika pasukan keamanan menggunakan amunisi tajam untuk membubarkan para pengunjuk rasa yang berusaha memasuki Tahrir. Pemerintah Mesir yang dibentuk militer telah melakukan operasi untuk menumpas para pendukung Moursi sejak menyerbu dua kamp mereka di Kairo pada 14 Agustus. Lebih dari 1.000 orang tewas dalam aksi kekerasan itu, dan 2,000 anggota kelompok Islam ditahan. Morsi sendiri ditahan di satu lokasi yang tidak diketahui setelah militer menggulingkannya pada 3 Juli. (*/WIJ)



Pewarta:
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026