
Presiden Korsel Hadiri KTT Asean Plus Three

Bandar Seri Begawan, (Antara/Yonhap) - Presiden Korea Selatan Park Geun-hye bergabung dengan pemimpin China dan Jepang dalam pertemuan puncak tahunan negara-negara Asia Tenggara, Kamis, untuk membicarakan bagaimana meningkatkan keuangan, keamanan pangan dan kerja sama lainnya antara kedua kawasan. Dalam pertemuan tersebut, Park direncanakan akan menyampaikan ide-ide untuk memetakan kerja sama antara antara 10 negara anggota Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan tiga Northeast mitra dialog Asia di masa depan, sementara menilai kemajuan proyek-proyek kerja sama yang ada, kata para pejabat. KTT tersebut berlangsung saat hubungan antara tiga negara Asia Timur Laut menegang karena sejarah dan sengketa teritorial yang dimiliki Korea Selatan dan China dengan Jepang. KTT ASEAN Plus Three diluncurkan pada 1997 dalam upaya meningkatkan kerja sama antara Asia Tenggara dan Asia Timur Laut. Mekanisme dialog tersebut menghasilkan hal nyata, seperti kesepakatan swap mata uang regional, yang dikenal sebagai Chiang Mai Initiative Multilateralization. Kemudian pada hari yang sama, Park juga menghadiri KTT Asia Timur, sebuah forum dengan 18 anggota yang terdiri dari 10 negara-negara ASEAN ditambah delapan mitra dialognya, yaitu Korea Selatan, Cina, Jepang, Amerika Serikat, Rusia, Australia, India dan Selandia Baru. Topik-topik kunci yang akan dibahas dalam pertemuan tahun ini di antaranya, ketahanan pangan dan energi, perubahan iklim, dan pengelolaan bencana dan epidemi. Park berencana menyerukan upaya bersama untuk memerangi perubahan iklim dan mengatasi bencana, kata para pejabat. Di sela-sela KTT tersebut, Park juga bertemu secara bilateral dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry. Pertemuan Park dengan Kerry terjadi dua hari setelah badan intelijen Seoul mengkonfirmasi bahwa Korea Utara telah memulai kembali reaktor nuklir di pusat nuklir Yongbyon, langkah provokatif yang akan memberikan Pyongyang cukup plutonium untuk membangun satu bom atom dalam setahun. Pertemuan yang digelar Kamis tersebut juga muncul karena Washington prihatin terhadap hubungan lama antara Korea Selatan dan Jepang. Ikatan tegang tersebut bisa memperumit upaya AS untuk mendorong kerja sama keamanan tiga-arah dengan dua sekutu Asia, yang sebagian untuk menjaga China. Isu lain antara Seoul dan Washington adalah permintaan Seoul untuk mengundur rencana pengalihan komando operasional perang pasukan Korea Selatan pada 2015 dari Washington ke Seoul. Permintaan tersebut dilakukan karena munculnya ancaman dari Korea Utara. Brunei merupakan negara kedua dalam perjalanan Park di Asia Tenggara. Sebelumnya, ia mengunjungi pulau resor Indonesia di Bali untuk menghadiri pertemuan puncak forum Kerja sama Ekonomi Asia-Pasifik. Kemudian pada Kamis, Park dijadwalkan untuk kembali ke Indonesia dalam kunjungan kenegaraan di Jakarta. Park telah menyebut kunjungan ke Asia Tenggara sebagai "penjualan diplomasi" keduanya, yang bertujuan memperkuat kepentingan ekonomi dan bisnis Korea Selatan. Bulan lalu, dia membuat kunjungan berorientasi bisnis serupa dengan Vietnam dan sepakat untuk menyimpulkan pembicaraan perdagangan bebas bilateral tahun depan. Dia juga sepakat untuk rencana kerja sama dengan Vietnam untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
