
BPBD Padang Ajukan Rp5 Miliar dalam RAPBD 2014

Padang, (Antara) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, menyatakan, telah mengajukan anggaran Rp5 miliar untuk kebutuhan penanggulangan bencana di daerah itu dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2014. Kepala BPBD dan Pemadam Kebakaran Kota Padang, Budi Erwanto di Padang, Senin, mengatakan, dalam RAPBD 2014, anggaran yang telah diajukan ke DPRD Padang, memalui Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPKA), Rp5 miliar, namun itu hanya untuk kebutuhan operasional, dalam tahun anggaran tersebut. "Anggaran Rp5 miliar yang diajukan tersebut, untuk kebutuhan seperti perawatan kendataan, perbaikan peralatan kebencanaan yang sudah saatnya diganti untuk menanggulangi setiap kejadian yang menjadi tugas dari dinas ini," kata Budi. Ia menambahkan, dengan adanya anggaran dana tersebut, jika disetujui diharapkan dapat menunjang semua kebutuhan dalam penanggulangan bencana didaerah ini, dalam bentuk kegiatan rutin. BPBD Padang juga mengajukan untuk kegiatan rutin disebabkan tidak ada hal yang menonjol yang perlu dianggarkan dalam APBD 2014, baik itu seperti penambahan armada ataupun peralatan pendukung lainnya. Hal tersebut dikarenakan, berdasarkan catatan pada tahun anggaran 2013, BPBD Kota Padang juga telah menyediakan anggaran sebesar Rp1,53 miliar untuk mendanai pelaksanaan program pencegahan dini dan penanggulangan bencana alam selama 2013. Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi, pencegahan bahaya dan ancaman pada daerah rawan dengan pemasangan rambu daerah rawan dengan dana pelaksanaannya sebesar Rp243,59 juta. Lalu, kegiatan perawatan berkala sirene peringatan bahaya tsunami dengan alokasi anggaran Rp104,75 juta dan pengawasan serta pengendalian bencana alam dengan dana Rp150 juta. Kemudian, pelaksanakaan kegiatan simulasi bencana alam dengan dana Rp89,11 juta dan penyusunan rencana kontijensi kerawanan bencana di Kota Padang dengan anggaran disediakan Rp105,9 juta. Berikutnya, kegiatan pendidikan dan pelatihan SAR bagi komunitas siaga bencana (KSB) di tingkat kelurahan dengan dana pelaksanaan Rp153,95 juta dan penyediaan sirene tambahan untuk peringatan tsunami dengan dana pengadaan Rp214,79 juta. Ia mengatakan, kegiatan selanjutnya berupa pemeliharaan rambu-rambu dan baliho evakuasi tsunami dengan anggaran Rp56 juta dan penyediaan peralatan serta perlengkapan kebencanaan dengan dana disediakan Rp167,74 juta. Kegiatan lainnya, pemulihan mental korban terkena bencana banjir bandang disediakan anggaran Rp95 juta dan pemeliharaan peralatan kebencanaan dengan dana Rp114,44 juta. "Meski demikian, untuk kebutuhan sebenarnya masih ada yang akan coba kita masukan, seperti pengadaan serine peringatan, yang diperkirakan masih membutuhkan 100 unit lagi," jelasnya. (*/eko/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
