Langkat, (Antara) - Sebanyak 1.642 rumah penduduk yang berada di Desa Kwala Begumit, Mangga, Pantai Gemi Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat Sumatera Utara, terendam banjir setinggi 70 sentimeter hingga satu meter, menyebabkan ratusan warga kini mengungsi. "Ada 1.642 rumah yang terkena banjir akibat curah hujan yang cukup tinggi melanda kawasan kecamatan Stabat," kata Sekretaris Wilayah Kecamatan Stabat Ahmad Fitria di Stabat, Senin. Berdasarkan data yang diperoleh dari Desa Pantai Gemi Kecamatan Stabat, ada sembilan dusun yang terkena banjir yaitu Dusun V 275 rumah, dusun VI 245 rumah, dusun IV A 250 rumah, dusun Singlar 60 rumah, dusun Kecambahan 110 rumah, dusun Suka makmur 150 rumah, dusun Cinta Damai 100 rumah, dusun I Wampu 50 rumah dan dusun famili 20 rumah. "Untuk Dusun IV A sebanyak 250 rumah, warganya kini mengungsi ke tempat yang lebih aman karena tingginya air yang masuk ke kediaman warga," kata Ahmad Fitria. Keseluruhan korban banjir untuk Desa Pantai Gemi sekarang ini berdasarkan data sementara yang dilaporkan kepada pihaknya mencapai 1.260 rumah. Sedangkan di Desa Kwala Begumit berdasarkan laporan dari Kepala Desanya Suparni ada 312 rumah, yang berada di tiga dusun yang ada. Rumah warga yang terkena banjir tersebut berada di dusun Sukabeno 250 rumah, dusun Bengkel 76 rumah dan dusun III Rejo Sari 6 rumah. "Di sini juga masyarakatnya sudah mengungsi ke beberapa masjid dan sekolah yang ada di daerah tersebut untuk menyelamatkan diri dari ancaman banjir yang menimpa warga," katanya. Ahmad Fitria juga menjelaskan bahwa di Desa Mangga juga warganya terkena banjir, dimana terparah sekarang ini ada 70 rumah yang terendam air mencapai satu meter, mereka bermukim di dusun V desa tersebut. Secara terpisah Bupati Langkat Haji Ngogesa Sitepu, yang ditemui saat melayat salah seorang warga yang meninggal dunia di Kelurahan Kwala Bingei mengatakan bahwa pihaknya sudah menginstruksikan instansi terkait untuk segera mendata korban banjir yang terjadi di Langkat. Baik itu yang berada di kecamatan Batang Serangan, Stabat, maupun kecamatan lainnya, agar segera dilakukan antisipasi minimal mengirimkan bantuan tanggap darurat. "Sudah diinstruksikan kepada kantor Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk segera mengirimkan bantuan tanggap darurat sementara," katanya. (*/jno)
1.642 Rumah di Stabat Terendam Banjir
Ilustrasi banjir. (Antara)
