Logo Header Antaranews Sumbar

AS Optimistis Pada Pakta Mega Perdagangan Bebas Asia Pasifik

Sabtu, 5 Oktober 2013 22:00 WIB
Image Print

Nusa Dua, (Antara/AFP) - Amerika serikat mengatakan, Sabtu, batas akhir waktu untuk pakta perdagangan bebas raksasa di Asia Pasisik yang jatuh pada akhir tahun ini akan tercapai, setelah para negosiator membuat kemajuan signifikan pada isu-isu sensitif. Pernyataan Perwakilan Dagang AS Michael Froman terdengar optimis menyusul perundingan di Bali, Indonesia dengan rekan-rekannya dari 11 negara lain yang terlibat dalam rencana Kemitraan Trans-Pasifik (TPP). "Kami menghabiskan banyak waktu minggu ini untuk mengerjakan TPP. Negara-negara TPP sangat berkomitmen untuk bekerja untuk menyelesaikan negosiasi tahun ini," kata Froman kepada wartawan. Presiden AS Barack Obama telah mengatakan ia ingin mencapai kesepakatan TPP pada akhir tahun ini, yang akan memperhitungkan lebih dari 40 persen ekonomi global. Amerika Serikat telah mempelopori negosiasi untuk area perdagangan bebas, menggambarkannya sebagai "standar emas" untuk perekonomian Abad 21 dengan memperhatikan sektor yang cepat berubah seperti properti intelektual. Namun, terdapat perlawanan dari berbagai anggota dalam kelompok yang beragam tersebut tentang berbagai ketentuan dalam TPP, dan analis mengatakan bahwa kesepakatan yang menjadi ambisi AS tahun ini mustahil tercapai. Froman mengatakan para negosiator telah menangani beberapa isu sensitif, seperti melemahnya pengaruh BUMN, kekayaan intelektual dan peraturan lingkungan. "Kami membuat kemajuan yang signifikan minggu ini dan kami akan melakukan perundingan dengan para pemimpin TPP, Selasa, tentang kemajuan yang terjadi serta memperoleh bimbingan tingkat politik untuk memfasilitasi tercapainya kesimpulan dari perundingan tersebut," katanya. Para pemimpin tersebut dijadwalkan akan mengadakan pertemuan di sela-sela dua hari penyelenggaraan forum Kerja sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Bali, yang akan dimulai pada Senin. TPP akan menyatukan ekonomi Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Jepang, Singapura, Malaysia, Brunei, Vietnam, Chili, Kanada, Meksiko, dan Peru. China, yang belum diundang untuk bergabung, sedang mengejar kesepakatan perdagangan bebas saingan yang melibatkan 16 negara Asia-Pasifik. Amerika Serikat telah menggunakan TPP sebagai bagian dari apa yang disebut strategi "poros" untuk Asia-Pasifik, di mana hal tersebut menekankan manfaat ekonomi bagi wilayah jika dapat dijalankan. Komitmen AS ke wilayah tersebut menjadi sorotan setelah Obama membatalkan kunjungannya ke Indonesia untuk forum APEC, agar ia dapat fokus pada krisis politik di Washington yang telah melumpuhkan pemerintah. Froman dan Menteri Luar Negeri AS John Kerry, yang menggantikan Obama pada forum APEC, berusaha untuk menyoroti kemajuan TPP sebagai bukti AS tetap berkomitmen untuk wilayah tersebut. "Tak ada hal dari apa yang terjadi di Washington mengurangi sedikit pun komitmen kami untuk mitra kami di Asia, termasuk upaya kami untuk perdagangan dan investasi di seluruh wilayah," kata Kerry dalam konferensi pers bersama Froman. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026