Logo Header Antaranews Sumbar

Gunung Tangkuban Parahu "Batuk-Batuk" Sabtu Pagi

Sabtu, 5 Oktober 2013 12:00 WIB
Image Print

Bandung, (Antara) - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, Gunung Tangkuban Parahu, di Kabupaten Bandung Barat, Jabar menunjukkan aktivitasnya berupa "batuk-batuk" pada Sabtu pagi tadi. "Ya betul, sudah batuk-batuk ya. Informasinya tadi pagi, ini seperti batuk-batuk biasa," kata Ahmad Heryawan, usai menghadiri HUT Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-68 di Lapangan Gasibu Bandung, Sabtu. Adanya peningkatan aktivitas Gunung Tangkuban Parahu tersebut, kata Heryawan, pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak panik namun tetap siaga, khususnya warga di sekitar gunung tersebut. "Suasana masih terkendali, sudah sangat terkendali. Lalu jarak 1,5 km harus dikosongkan karena tentu kita khawatir ada hal-hal yang tidak diinginkan. Tapi yang jelas, semenjak awal terdeteksi, kemudian petugas keamanan setempat juga melakukan langkah-langkah pencegahan," kata Heryawan. Dikatakannya, Polda Jabar juga sudah menurunkan pasukan sebanyak satu pleton ke Gunung Tangkuban Parahu. "Polda juga sudah menyiapkan pasukan evakuasi, jika diperlukan. Pokoknya kepolisian sudah mengirimkan pasukan satu pleton dan mereka langsung ke TKP. Jadi suasana aman," ujar dia. Menurut dia, walaupun belum menerima laporan dari BPBD Jabar terkait aktivitas Gunung Tangkuban Parahu tadi pagi, namun sudah ada petugas BPBD yang siaga di sana. "BPBD, saya belum dapat laporan langsung tapi Insya Allah sudah 'stand by' di sana. Khususnya terkait keperluan logistik jika ada masyarakat yang dievakuasi. Kan itu terkait evakuasi, jika ada masyarakat atau hunian di sana," kata dia. Pihaknya juga mengimbau agar para pedagang yang berada di luar kawasan wisata Gunung Tangukuban Parahu untuk tidak mendekati gunung itu dengan radius 1,5 km. "Paling yang jadi persoalan adalah bagaimana mengevakuasi pedagang di sana, mungkin satu dua nginep di sana. Kemudian para pedagang yang diluar tidak masuk ke dalam," kata Heryawan. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026