Logo Header Antaranews Sumbar

Banjir di Thailand Tewaskan 27 Orang, Rusak Pabrik

Rabu, 2 Oktober 2013 18:49 WIB
Image Print

Bangkok, (Antara/Xinhua-OANA) - Sebanyak 27 orang tewas akibat banjir yang telah merendam 25 dari 77 provinsi di seluruh Thailand dan merusak sejumlah pabrik dengan nilai 128.000 dolar AS, kata pemerintah pada Rabu. Sebanyak 207 kabupaten di 25 provinsi, kebanyakan di Thailand Utara, Timur-laut dan Tengah, sekarang dilanda banjir. Lebih dari 2,7 juta orang jadi korban, sementara sebanyak 6.900 rumah, 450.000 hektare lahan pertanian, 2.310 jalan dan 145 jembatan rusak akibat banjir, kata Departemen Mitigasi dan Pencegahan Bencana. Banjir tersebut, yang disebabkan oleh musim hujan dan depresi, telah menerjang negeri itu sejak pertengahan September. Lebih dari 15.000 orang yang tinggal di Provinsi Ubonratchathani di bagian timur-laut negeri tersebut dan Provinsi Si Saket telah diungsikan akibat banjir, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu malam. Departemen Meteorologi pada Selasa (1/10) mengeluarkan peringatan bagi rakyat di berbagai Provinsi Thailand Tengah, termasuk Bangkok, agar bersiap menghadapi musim hujan, yang diperkirakan akan mendatangkan hujan lebat dari Rabu sampai Sabtu. Sementara itu, Kementerian Perindustrian telah mengungkapkan 39 pabrik dan 14 perusahaan masyarakat telah terpengaruh oleh banjir dan kerusakan mulanya diperkirakan berjumlah empat juta baht (128.000 dolar AS). Produksi telah dihentikan di empat provinsi. Menteri Perindustrian Prasert Boonchaisuk pada Rabu mengatakan pusat pemantauan banjir selama 24 jam telah dibuka untuk memberi bantuan cepat kepada operator industri. Ia mengatakan Dinas Perkebunan Industri Thailand telah menyiapkan tindakan anti-banjir dan solokan enam kilometer guna melindungi perkebunan industri Saha Rattana Nakhon di Provinsi Ayutthaya, sekitar 80 kilometer di sebelah utara Bangkok, Ibu Kota negeri tersebut. Pada 2011, Thailand dilanda banjir yang memporak-porandakan di Wilayah Utara, Timur-laut dan Tengah, sehingga menewaskan lebih dari 500 orang dan merendam beberapa perkebunan industri. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026