
Kekerasan di Irak Tewaskan 14 Orang

Baghdad, (Antara/AFP) - Kekerasan yang mencakup serangan-serangan terhadap pasukan keamanan dan keluarga mereka menewaskan 14 orang di Irak, Sabtu. Di Tarmiyah, utara Baghdad, gerilyawan meledakkan empat rumah milik polisi dan tentara pada saat orang-orang tidur di dalamnya, menewaskan empat termasuk seorang tentara, dan melukai 15 lainnya. Di tenggara, sebuah bom pinggir jalan di satu pasar menewaskan seorang dan melukai delapan lainnya, sementara "bom lengket" magnit di kendaraan polisi menewaskan seorang polisi dan melukai yang lain. Di Baghdad sendiri, "bom lengket" yang lain membunuh karyawan kementerian kelistrikan, dan dua bom meledak di dekat sebuah kafe, menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai enam orang lainnya. Sebuah bom pinggir jalan juga menewaskan seorang warga sipil di Baiji, utara ibu kota, dan dua orang bersenjata serta seorang prajurit tewas ketika gerilyawan menyerang sebuah pos pemeriksaan dekat kota itu. Setelah itu, pihak berwenang mengumumkan jam malam di daerah tersebut. Sejumlah pria bersenjata juga menyerang konvoi seorang anggota dewan lokal di dekat Baquba, utara Baghdad, menewaskan seorang pengawal dan melukai dua lainnya, sementara gerilyawan juga menembakmati seorang guru sekolah dasar di dekat kota. Irak mengalami kekerasan terburuk sejak 2008, ketika negara itu baru muncul dari konflik sektarian brutal yang menewaskan puluhan ribu orang. Ada kekhawatiran terus-menerus, didukung oleh serangkaian serangan sektarian tahun ini, bahwa negara itu tergelincir kembali ke konflik Sunni-Syiah habis-habisan. Para gerilyawan, termasuk yang terkait dengan Al-Qaida, sering menyerang pasukan keamanan Irak dan pegawai pemerintah lainnya. Kekerasan terbaru membawa korban tewas lebih dari 740 orang pada September dan dengan sebelumnya menjadi 4.550 orang tahun ini, menurut angka AFP berdasarkan sumber medis dan keamanan. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
