
Pasukan Mesir Tutup Kantor Pusat Surat Kabar Ikhwanul Muslimin

Kairo, (Antara/AFP) - Pasukan keamanan Mesir menutup kantor pusat surat kabar Ikhwanul Muslimin di Kairo setelah menyerbunya dan menyita dokumen, kata laman gerakan itu pada Rabu. Penyerbuan pada Selasa terhadap kantor "Al-Huriya Wal Adala" itu terjadi sehari setelah pengadilan Kairo memerintahkan penyitaan harta, yang sangat memukul gerakan pendukung presiden terguling Mohamed Moursi. Tindakan pemerintah yang didukung militer itu adalah bagian dari satu operasi berkesinambungan terhadap gerakan Islam itu sejak Moursi digulingkan militer pada 3 Juli setelah protes-protes di jalan menentang pemerintahnya yang berusia satu tahun itu. "Pasukan militer di Mesir menutup kantor pusat 'Al-Hurriya Wal Adala', yang adalah corong partai itu," kata Ikhwanonline, laman Ikhwanul Muslimin. Para wartawan surat kabar itu dalam satu pernyataan terpisah di laman yang sama juga mengecam penyerbuan itu. "Kami, wartawan Al-Hurriya Wal Adala, mengecam penutupan kantor pusat surat kabar itu oleh pasukan keamanan pelaku kudeta itu yang mengambil semua dokumen,peralatan dan barang-barang lain" dari kompleks itu, kata pernyataan itu. Para wartawan mengatakan bahwa sejak 3 Juli "kami bekerja dibawah tekanan dan intimidasi dari pasukan keamanan dan para penjahat". Laman itu mengatakan "tidak ada peringatan, tidak ada keputusan resmi terhadap surat kabar itu," dan menambahkan bahwa sejak 28 Juni tidak adawartawan bekerja di kantor pusat itu. Penyerbuan itu meningkatkan tindakan keras yang dilakukan pemerintah. Bulan lalu, pasukan keamanan menyerbu dua kamp protes di Kairo di mana ratusan pengunjuk rasa Islam tewas. Lebih dai 100 polisi jua tewas dalam bentrokan dengan para pendukung Moursi sejak ia digulingkan. Sementara itu Ikhwanul Muslimin memiliki waktu sampai 2 Oktober untuk mengajukan permohonan banding atas vonis pengadilan Senin, jika itu tidak dilakukan pihak berwenang diperkirakan akan melaksanakan keputusan itu. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
