Logo Header Antaranews Sumbar

Hollande Bertemu Pemimpin Iran, Desak Aksi "Konkret"

Rabu, 25 September 2013 05:48 WIB
Image Print
Francois Hollande

Perserikatan Bangsa-Bangsa, (Antara/AFP) - Presiden Prancis Francois Hollande mendesak Iran pada Selasa untuk membuat "isyarat-isyarat konkrit" atas program nuklirnya yang dipersoalkan ketika ia bertemu dengan pemimpin baru Teheran. "Prancis mengharapkan Iran membuat isyarat-isyarat konkrit untuk menunjukkan bahwa negara itu meninggalkan program nuklir militernya bahkan jika ia punya hak untuk program sipil," kata Hollande dalam Sidang Umum PBB. Pada Selasa malam Hollande bertemu dengan Presiden Iran Hassan Rowhani, pemimpin moderat yang menyerukan hubungan lebih baik dengan Barat. Kedua pemimpin itu tersenyum di depan kamera dan berjabat tangan sebelum melakukan pembicaraan tertutup di kantor misi Prancis di markas PBB. "Pertanyaan yang ada adalah untuk mengetahui apakah kata-kata ini dapat mengarah kepada aksi khususnya tentang isu nuklir," kata Hollande dalam Sidang Umum PBB. "Selama pembicaraan selama 10 tahun tak bergerak ke mana-mana," kata dia. Rowhani melakukan kunjungan yang mendapat banyak sorotan ke PBB, tiga bulan setelah dia terpilih dalam pemilihan presiden. Kunjungan itu memunculkan kemungkinan interaksi bersejarah antara Rowhani dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama tetapi Gedung Putih mengatakan perancangan untuk menyelenggarakan pertemuan itu terlalu rumit. Prancis, tak seperti AS memiliki hubungan diplomatik dengan Iran walaupun Paris juga menekan Teheran soal program nuklirnya. "Saya menerima dialog dengan Presiden Rowhani karena dia sendiri menunjukkan keterbukaan," kata Hollande dalam jumpa pers. "Dialog itu harus tegas karena bagi Prancis tak ada penerimaan soal proliferasi nuklir," kata Presiden Prancis. "Ini isu yang tak terkait dengan Iran tetapi keamanan global." Hollande mengatakan dia juga berharap berbicara dengan Rowhani tentang Suriah, yang Presiden Bashar al-Assad memandang Iran sebagai sekutunya. Hollande mengulangi kembali bahwa dia tidak menentang kehadiran Rowhani di konferensi perdamaian mendatang di Jenewa mengenai Suriah, tetapi mengatakan bahwa fokus harus pada perlaihan dari rezim Bashar. "Kalau Iran ingin berperan serta di Jenewa Dua, negara itu harus punya tujuan transisi," kata Hollande. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026