
Rowhani Kutuk Sanksi Atas Iran Ketika Dia Menuju New York

Teheran, (Antara/AFP) - Presiden Hassan Rowhani pada Senin mendesak Barat berinteraksi dengan Iran terkait ambisi nuklirnya, dengan mengutuk sanksi-sanksi "tak dapat diterima" ketika dia berangkat menuju New York untuk menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Rowhani, yang memimpin delegasi tingkat tinggi, akan berpidato di Sidang Umum PBB pada Selasa. Barat akan menyimak apa yang dia hendak sampaikan dan mencari isyarat-isyarat bahwa dia dengan janji-janjinya bersedia melibatkan dunia secara konstruktif. "Sanksi-sanksi itu tak dapat diterima dan tak realistis. Mereka yang memilih (berlakukan sanksi-sanksi) tidak akan mencapai tujuan mereka," kata Rowhani kepada wartawan di bandara, kantor berita ISNA melaporkan. Dewan Keamanan PBB telah memberlakukan empat babak sanksi atas Iran karena gagal memperhatikan enam ultimatum supaya menangguhkan pengayaan uranium. Pemerintah-pemerintah Barat menyangka Iran melakukan kegiatan tersebut sebagai langkah untuk membuat senjata nuklir. "Daripada menerapkan langkah ini, mereka lebih baik memilih satu yang berdasarkan interaksi, negosiasi dan pemahaman," kata dia. Rowahni mengatakan dia akan menggunakan peluang itu untuk memperbaiki citra Iran yang dilukiskan ke dunia di bawah pendahulunya Mahmoud Ahmadinejad. Dalam pidatonya di Sidang Umum PBB, Ahmadinejad mengeluarkan pernyataan-pernyataan keras termasuk soal holocaust dan konspirasi teori tentang serangan teroris 2001 terhadap AS. "Ada tangan-tangan yang bekerja pada tahun-tahun lalu yang sayangnya memperkenalkan citra Iran dan peradabannya yang cinta damai dengan cara berbeda," kata dia, dalam satu kritik terhadap Ahmadinejad. Di New York, Rowhani akan bergabung dengan diplomat tertingginya Mohammad Javad Zarif, yang dijadwalkan berbicara dengan rekan-rekan sejawatnya dari Inggris dan Prancis, dan juga Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherrine Ashton, yang mewakili kekuatan-kekuatan utama dalam perundingan nuklir dengan Iran. Rowhani sendiri dijadwalkan bertemu dengan Presiden Prancis Francois Hollande di sela pertemuan PBB itu, yang akan menandai pertemuan tingkat tinggi pertama antara kepemimpinan Iran dan seorang kepala negara Barat dalam hampir satu dekade. Rowhani telah melakukan beberapa terobosan diplomatik sejak terpilihnya pada Juni. Ada spekulasi dia juga bisa bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama di sela selama Sidang Umum PBB yang dibuka Selasa. Tapi Washington memperingatkan pada Jumat sementara menyambut baik, apa yang dia lakukan belum cukup untuk meredakan sanksi-sanksi atas minyak dan perbankan Iran yang Rowhani telah katakan dia ingin redakan. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
