Logo Header Antaranews Sumbar

Peluang Industri Ban Terbuka Seiring Pertumbuhan Kendaraan

Selasa, 17 September 2013 18:21 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Peluang industri ban di Indonesia terbuka lebar seiring dengan pertumbuhan industri kendaraan bermotor nasional yang berada pada rata-rata delapan persen di tiap tahunnya. "Jika dikaitkan dengan pentumbuhan industri kendaraan bermotor yang tumbuh rata-rata delapan persen per tahunnya, maka industri ban akan bertumbuh diatas pertumbuhan industri kendaraan bermotor tersebut," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat saat memberikan sambutan pada peresmian pabrik baru PT Hankook Tire Indonesia, di Cikarang, Selasa. Hidayat mengatakan, dengan kondisi tersebut merupakan sebuah peluang bagi pengembangan pasar secara optimal, dan prospek pengembangan industri ban nasional menjadi lebih prospektif atau lebih berpeluang besar. "Bahkan akan mampu menjadi salah satu andalan dalam pengembangan industri barang-barang karet nasional yang tentunya dengan memanfaatkan potensi karet alam yang ada di Indonesia," ujar Hidayat. Menurut Hidayat, ban sebagai salah satu produk hilir industri karet dan merupakan bagian dari kelompok industri yang diprioritaskan perkembangannya. Dan dari tahun ke tahun, sektor industri ban nesional terus tumbuh baik dari kemampuan produksi maupun untuk ekspor. "Kemampuan produksi nasional lebih dari 75 juta ban per tahun, dan khusus untuk ban mobil sebanyak 70 persen diperuntukkan bagi ekspor ke berbagai negara," kata Hidayat. Hidayat menjelaskan, pada tahun 2012 lalu, nilai ekspor produk ban mencapai 1,5 miliar dolar Amerika Serikat dan diharapkan pada tahun-tahun mendatang akan terus mengalami peningkatan. Hidayat mengatakan, perlu adanya upaya dari pemerintah untuk meningkatkan kinerja ekspor nasional ditengah kondisi moneter saat ini berdampak pada pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. "Pemerintah sebagai regulator, terus mendorong masuknya investasi baru untuk industri-industri yang berorientasi ekspor," ujar Hidayat. Dengan terealisasinya investasi pabrik ban dari PT Hankook Tire Indonesia, lanjut Hidayat, akan mampu mendorong kegiatan ekonomi daerah, mengurangi beban pengangguran, meningkatkan budaya kewirausahaan dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat. Pabrik Hankook Tire didirikan diatas area seluas 60 hektar, pabrik tersebut memperkerjakan sebanyak 1.400 karyawan, dan diharapkan akan meningkat menjadi 4.300 orang pada 2018 mendatang yang dibarengi dengan penyelesaian pembangunan tahap ke empat. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi awal sebanyak 6 juta ban per tahun, di mana 70 persen akan diekspor ke beberapa pasar termasuk negara-negara ASEAN, Amerika Utara, dan Timur Tengah. Sementara untuk 30 persen dari hasil produksi akan dialokasikan untuk kebutuhan dalam negeri. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026