
Solok Dorong Pengembangan Bunga Krisan

Arosuka, Sumbar, (ANTARA) - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Solok, Sumatera Barat Syafri meminta pemerintah setempat untuk terus mendorong masyarakat membudidayakan bunga krisan karena telah terbukti mampu mengangkat perekonomian masyarakat."Kita mengapresiasi kinerja Dinas Pertanian yang selama ini terus bekerjasama dengan masyarakat untuk pengembangan bunga krisan, namun alangkah lebih baiknya jika upaya ini terus digalakkan, kalau bisa tiap nagari (desa adat) memiliki tempat pembudidayaan bunga krisan," katanya di Arosuka, Rabu.Menurut politisi Partai Golkar tersebut, saat ini setidaknya sudah ada dua tempat pembudidayaan bunga krisan, yaitu di Air Batumbuak, dan Batang Barus Kecamatan Gunung Talang dan telah terbukti memberikan dampak baik terhadap perekonomian masyarakat setempat."Nah, jika upaya ini terus dikembangkan ke nagari lain tentunya akan lebih bagus, karena pemasaran bunga krisan saat ini cukup menjanjikan," katanya.Dia mengatakan, salah satu upaya yang bisa dilakukan dinas terkait adalah bekerjasama dengan wali nagari (kepala desa adat) tiap nagari untuk mempresentasikan tentang pegembangan bunga krisan kepada masyarakat."Kita yakin jika ini dilakukan masyarakat akan bisa menerimanya, karena kerjanya tidak terlalu susah, dan bisa memberikan hasil yang baik," katanya.Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Miharka Maria menyatakan pihaknya akan terus mengajak masyarakat untuk pengembangan dan pembudidayaan bunga krisan tersebut."Itu sudah pasti, memang sudah rencana kita untuk terus mengembangkan budidaya bungi krisan ini ke nagari lain," ujarnya.Dia menyebutkan, saat ini di daerah itu telah ada sekitar satu hektare lahan untuk dijadikan lokasi pembudidayaan bunga krisan yang terletak di daerah Air Batumbuak dan Batang Barus."Di dua lokasi tersebut dikelola oleh empat kelompok tani, dengan total 60 orang, dan saat ini telah berhasil meraup keuntungan Rp15-20 juta per bulan bagi tiap kelompok," katanya.Dia menyatakan, saat ini petani telah mengembangkan dua jenis yaitu Krisan Pot dengan 30 macam warna dan Krisan Potong 18 jenis warna.Sementara untuk pemasarannya, imbuh Maria, adalah ke kabupaten/kota di Sumbar seperti Padangpanjang, Padang, Bukittinggi dan Provinsi Riau dengan kisaran harga 10 hingga 12 ribu setiap batang. (*/lif/sun)
Pewarta: Inter
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
