
Pemimpin Pemelihara Perdamaian PBB Soroti Kemajuan di DRC

PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Kepala pemelihara perdamaian PBB Herve Ladsous, Kamis (12/9), menyoroti kemajuan yang dicapai dalam memerangi aksi perlawanan gerilyawan M23 di Republik Demokratik Kongo (DRC) sejak awal tahun ini. Ladsous, Wakil Sekretaris Jenderal PBB Urusan Operasi Pemelihara Perdamaian, memulai taklimat di Markas PBB, New York, dengan komentar mengenai DRC. Ia mengatakan Pasukan Nasional DRC (FARDC) dan brigade campur tangannya, telah mendesak M23 ke arah utara sehingga kelompok gerilyawan tersebut tak menjadi ancaman langsung bagi Kota Goma. "MONUSCO telah memperkuat posisinya menjadi posisi yang lebih baik untuk mempertahankan Goma dan semua penduduk di daerah itu dan sekitarnya," katanya. Selama satu tahun belakangan, M23 --bersama dengan kelompok lain bersenjata-- telah berulang-kali bentrok dengan FARDC. Gerilyawan tersebut sempat menduduki Goma pada November 2012. Pertempuran berlanjut pada Agustus, saat itu menyeret satu kelompok perlawanan di Uganda. Namun Ladsous mengatakan penyebab utama konflik di negeri tersebut dan Wilayah Danau Raya secara keseluruhan memerlukan penyelesaian politik, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat siang. Saat menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan penempatan pasukan pemelihara perdamaian di Suriah, Ladsous menyatakan masalah itu "sepenuhnya berada di tangan Dewan Keamanan". (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
