Logo Header Antaranews Sumbar

Petani Karet Thailand Selatan Gembira dengan Tawaran Pemerintah

Rabu, 11 September 2013 14:47 WIB
Image Print

Nakhon Si Thammarat, (Antara/TNA-0ANA) - Petani karet di 16 provinsi Thailand selatan menerima tawaran terbaru bantuan keuangan pemerintah 2.520 bath per rai (0,4 hektar) perkebunan karet mereka. Jaringan petani karet dan kelapa sawit di 16 provinsi selatan itu sepakat mengenai bantuan tersebut, tapi menuntut kenaikan harga karet oleh pemerintah menjadi 100 bath/kg sejak 1 Juni tahun depan, atau mereka akan menggelar unjukrasa lagi. Petani sebelumnya meminta pemerintah menjanjikan harga karet 95 bath/kg, namun permintaan itu tidak pernah dipenuhi negara. Bantuan keuangan 2.520 bath/rai dibatasi maksimum 25 rai (10 hektar) per rumah tangga dan akan berlaku selama tujuh bulan, atau dari September sampai Maret. Amnuay Yuthitham, pemimpin jaringan petani selatan, mengatakan pemerintah harus menandatangani perjanjian pada Jumat, menahan diri dari mengambil tindakan hukum terhadap para pemimpin protes dan demonstran, serta memberikan bantuan kepada mereka yang terluka atau terdampak protes pekan lalu. Pemerintah juga harus membantu petani kelapa sawit dengan memberikan mereka kompensasi enam bath/kg untuk selisih harga jual dan beli minyak sawit, kata Amnuay. Pirapong Kaewnuan, perwakilan petani di Prachuap Khiri Khan, mengatakan petani tidak bertanggung jawab atas pembakaran dua kendaraan media selama demonstrasi mereka di provinsi itu, mengutip saksi mata yang mengatakan bahwa beberapa laki-laki berbaju hitam terlihat dalam insiden itu. Wakil Perdana Menteri Pracha Promnok memberi jaminan bahwa petani karet tidak akan melanjutkan demonstrasi mereka pada Sabtu seperti sebelumnya diumumkan, karena mereka puas dengan tawaran terbaru pemerintah. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026