Logo Header Antaranews Sumbar

Venezuela Keluar dari Pengadilan HAM Kawasan

Rabu, 11 September 2013 13:56 WIB
Image Print

Caracas, (Antara/AFP) - Venezuela, Selasa, mengundurkan diri dari keanggotaan Pengadilan Hak Asasi Manusia kawasan, sesuai dengan keinginan mendiang Presiden Hugo Chavez, sikap yang oleh aktivis dikhawatirkan akan membuat negara itu melakukan pelanggaran hak asasi. Presiden Nicolas Maduro menulis di akun jejaring sosial Twitternya jika Pengadilan Hak Asasi Manusia Inter-Amerika yang bermarkas di Costa Roca itu telah menjadi "alat untuk melindungi kepentingan geopolitik Amerika Serikat di Amerika (Latin) dan mencederai pemerintah yang progresif . " Kelompok hak asasi manusia lokal dan internasional telah mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan kembali keputusannya, yang akan berpengaruh pada kasus-kasus baru tapi tidak pada kasus-kasus yang diajukan sebelum Venezuela keluar dari yurisdiksi pengadilan . Pengunduran diri itu dilakukan tepat satu tahun setelah Chavez memulai proses untuk keluar dari pengadilan tersebut dengan secara resmi mengecam Konvensi Amerika tentang Hak Asasi Manusia. Amerika Serikat, Kanada dan beberapa negara Karibia belummeratifikasi konvensi tersebut. Konvensi itu memungkinkan individu yang kehabisan semua cara hukum di negara mereka dapat mengajukan petisi kepada Komisi Hak Asasi Manusia Inter - Amerika yang bermarkas di Washington, yang kemudian memutuskan apakah akan meneruskan kasus tersebut ke pengadilan di San Jose, Costa Rika. Venezuela tetap menjadi bagian dari komisi, namun, pengunduran diri itu memerlukan pengunduran diri pula dari Organisasi Negara Amerika ( OAS ). Namun Venezuela telah melarang komisi - yang menyusun laporan situasi hak asasi manusia suatu negara - untuk mengunjungi negara itu sejak tahun 2002 . "Pengunduran diri Venezuela dari pengadilan merupakan langkah mundur yang besar," kata pemimpin oposisi Henrique Capriles yang mengklaim bahwa keputusan itu melanggar konstitusi negara . Pada Senin, pihak oposisi mengajukan petisi kepada komisi untuk meninjau tuduhan kecurangan dalam pemilihan umum 14 April lalu guna menggantikan Chavez, yang dimenangkan oleh Maduro dengan margin sangat tipis atas Capriles. Chavez memutuskan untuk mengundurkan diri dari konvensi tahun lalu setelah pengadilan mengutuk perlakuan" tidak manusiawi dan merendahkan martabat" yang dialami salah seorang warganya, RaulDiaz Pena, yang mengklaim bahwa ia disiksa selama menjalani masa penahanan enam tahun di penjara Venezuela . Diaz Pena telah dipenjara karena keterlibatannya dalam serangan bom di Kedutaan Besar Spanyol di Colombia pada 2003. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026