Logo Header Antaranews Sumbar

Petani Karet Thailand Peroleh Subsidi Setelah Protes

Selasa, 10 September 2013 16:37 WIB
Image Print

Bangkok, (Antara/TNA-0ANA) - Komite Kebijakan Karet Alam (NRPC) Thailand sepakat untuk melipatgandakan bantuan keuangan kepada petani karet dari 1.260 bath per rai (0,4 hektar) menjadi 2.520 bath per rai, kata Perdana Menteri/Wakil Menteri Keuangan Kittiratt Na Ranong Senin. Kebijakan itu diambil setelah berbagai perundingan di tengah-tengah aksi protes petani karet yang menuntut perbaikan harga setelah harga karet merosot tajam. Ia mengatakan bantuan terbatas sampai pada 25 rai (10 hektar) per rumah tangga atau setara dengan 12 bath per kilogram karet, dan akan membebani pemerintah 21,288 miliar bath. Skema ini berlaku selama tujuh bulan. Dikombinasikan dengan bantuan keuangan, maka petani yang saat ini menjual karet pada 81 bath/kg akan mendapatkan total 93 bath/kg, kata wakil perdana menteri yang merupakan ketua NRPC. Ia bersikeras bahwa itu tidak mungkin untuk menghabiskan anggaran nasional untuk mensubsidi karet 100 bath/kg. Kittiratt mengatakan Bank Pertanian dan Koperasi Pertanian (BAAC) telah mendaftar petani karet yang memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan keuangan sejak Selasa lalu, mengklaim bahwa sebagian besar petani setuju dengan subsidi. Dia mengatakan, BAAC dan Kementerian Sumber Daya Alam ditugaskan untuk bersama-sama melihat ke dalam penderitaan petani yang menerobos ke taman nasional untuk menanam pohon karet. BAAC dan Bank Tabungan Pemerintah (GSB) dipanggil untuk diskusi Selasa mengenai pinjaman kepada koperasi dan produsen terkait produk karet sementara gubernur provinsi diminta untuk menjelaskan resolusi NRPC kepada petani. Resolusi akan diberikan untuk persetujuan kabinet Selasa. Prachai Kongwaree, presiden Asosiasi Pabrik Penghasil Sarung Tangan Karet ASEAN, mengatakan produsen daerah telah diberitahu untuk segera membeli karet dengan harga sekarang 81 bath/kg, karena ada kecenderungan harga lebih tinggi dalam waktu dekat. Dia mengatakan GSB harus membuat jelas apakah akan meminjamkan hanya untuk produsen karet atau sektor usaha lain juga. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026