Logo Header Antaranews Sumbar

Timor Leste Dirikan Kantor Berita pada 2014

Senin, 9 September 2013 20:01 WIB
Image Print

Dili, (Antara) - Sekretaris Negara Urusan Komunikasi Sosial Timor Leste Nelyo Isaac Sarmento mengatakan negaranya akan memiliki kantor berita nasional pada 2014 untuk memperkuat penyebaran informasi tentang dimanika pembangunan negara itu ke publik dalam dan luar negeri. Berbicara di sela acara makan malam bagi delegasi wartawan Indonesia yang mengikuti kunjungan jurnalistik yang difasilitasi Kementerian Kominfo RI di Dili Senin, dia mengatakan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan berbagai hal yang diperlukan untuk mendukung pengoperasian kantor berita itu. Di antara langkah persiapan yang dilakukan adalah pendidikan dan pelatihan sumber daya keredaksian, perangkat undang-undang, dan kantor, kata Nelyo. Dalam pemaparannya tentang perkembangan media massa di Timor Leste pada pertemuan dengan delegasi wartawan Indonesia yang dipimpin Direktur Layanan Informasi Internasional Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo Selamata Sembiring Senin sore, Nelyo menggarisbawahi masalah mutu jurnalis sebagai tantangan serius yang dihadapi banyak media di negaranya. "Sumber daya manusia masih menjadi hambatan sehingga kita lebih fokus pada peningkatan kualitas wartawan dengan mendatangkan ahli maupun mengirim mereka belajar di luar Timor Leste," katanya. Oleh karena itu, pihaknya mengembangkan kerja sama dengan sejumlah pihak di Indonesia, seperti Lembaga Pendidikan Pers Dr. Sutomo untuk meningkatkan kemampuan profesional para jurnalis Timor Leste, katanya. Selama di Dili, ibu kota Timur Leste, hingga 12 September, belasan wartawan Indonesia yang berasal dari sejumlah media cetak, elektronika, dan media online itu akan berdialog dengan mitra mereka dari Timor Leste guna mempererat hubungan kedua negara di bidang pengembangan kapastitas jurnalis dan media massa. Ketua delegasi Selamata Sembiring mengatakan bahwa kedua pihak diharapkan menghasilkan kerangka kerja sama yang dapat memperkuat hubungan kedua negara dari dialog tersebut. "Kunjungan jurnalistik yang dimaksudkan untuk menjalin silaturahmi antarwartawan kedua negara ini diharapkan dapat mengembangkan kerja sama bidang media, seperti program magang bagi jurnalis Timor Leste di sejumlah media di Tanah Air maupun 'transfer of knowledge' (berbagi pengetahuan) tentang pengelolaan media," katanya. Pengalaman Indonesia dalam pengelolaan media yang sudah lebih lama daripada Timor Leste serta kebebasan pers yang dirasakan para pekerja media di Tanah Air pada era demokrasi saat ini layak untuk dibagi melalui program kerja sama, kata Sembiring. "Bagi Kementerian Kominfo, kunjungan jurnalistik yang diisi dengan kegiatan dialog dan liputan tentang sejumlah hal menarik yang terkait dengan Indonesia di Timor Leste diharapkan membangun kebersamaan antarpekerja media dan mempererat hubungan kedua bangsa, katanya. Para jurnalis Indonesia yang mengikuti kunjungan ke Timor Leste dan berdialog dengan para wartawan Timor Leste itu berasal dari Kantor Berita Antara, Kompas, RRI, TVRI, Media Indonesia, MetroTV, TV One, The Jakarta Post, dan sejumlah media online. Selain berdiskusi, agenda kunjungan jurnalistik itu juga mencakup peliputan ke sejumlah lokasi bersejarah, seperti Pusat Kebudayaan Indonesia, Taman Makam Pahlawan Seroja, peliputan ke beberapa Badan Usaha Milik Negara, seperti Bank Mandiri, Merpati, Pertamina, dan peliputan ke komunitas Indonesia di Kampung Alor, Dili. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026