Logo Header Antaranews Sumbar

Tentara Dikerahkan di India Utara Setelah Kerusuhan Tewaskan 23 Orang

Senin, 9 September 2013 17:20 WIB
Image Print

New Delhi, (Antara/AFP) - Ratusan tentara dikerahkan ke negara bagian utara India, Uttar Pradesh, setelah sedikit-dikitnya 23 orang tewas dalam kekerasan kaum pada akhir pekan, kata pejabat dan laporan pada Senin. Tayangan televisi menunjukkan tentara berpatroli di daerah dilanda kerusuhan dengan penduduk desa berlindung di kantor polisi di kabupaten Muzaffarnagar, yang terparah, sekitar 105 kilometer timurlaut ibu kota, New Delhi. "Menurut laporan terbaru kami, 23 orang telah tewas sejauh ini," kata seorang pejabat senior kementerian dalam negeri yang tak bersedia disebut namanya kepada AFP. "Tentara berada di sini sekarang. Situasi terkendali." Laporan lainnya menyebutkan jumlah korban tewas 26, termasuk seorang reporter lokal dari jaringan televisi IBN7. Jaringan NDTV mengatakan bahwa 800 tentara telah dikerahkan ke negara bagian yang paling padat penduduknya di India. Bentrokan-bentrokan meletus Sabtu malam setelah ribuan petani Hindu mengadakan pertemuan di desa Kawal untuk menuntut keadilan atas pembunuhan tiga orang yang berbicara dengan bebas ketika seorang wanita dilecehkan. Para petani diserang saat mereka berjalan pulang, memicu amukan pembalasan. Bentrokan kemudian meletus di desa-desa tetangga dan tentara didatangkan untuk mengendalikan situasi di bawah kontrol, kata laporan-laporan. Negara bagian, rumah bagi sekitar 200 juta orang, mengalami kerusuhan mematikan pada 1992 setelah penghancuran masjid oleh massa Hindu. Lebih dari 2.000 orang - kebanyakan Muslim - tewas dalam kerusuhan setelah Masjid abad ke-16 di Ayodhya dihancurkan pada tanggal 6 Desember. Warga Hindu percaya bahwa masjid itu dibangun oleh Kaisar Moghul Babur pada situs candi menandai kelahiran pahlawan Hindu dewa Ram. Pengancuran masjid itu membuat marah Muslim India, yang terdiri 13 persen dari populasi. Ketua Menteri di Uttar Pradesh, Akhilesh Yadav, telah meminta semua lapisan masyarakat tenang. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026