
Tentara Rwanda Dikerahkan ke Republik Afrika Tengah

Kigali, (Antara/AFP) - Tentara Rwanda pada Kamis diterbangkan dengan pesawat militer Amerika Serikat ke Republik Afrika Tengah (CAR) sebagai bagian dari tugas Uni Afrika ke negara terkoyak perang itu, kata tentara Rwanda. Panglima militer Rwanda Patrick Nyamvumba memberi penghormatan kepada kelompok pertama dari 850 tentara, yang Kigali kirim ke CAR, saat mereka naik pesawat AS tersebut. Penyebaran tentara Rwanda terjadi sehari setelah Uni Afrika menyerukan lebih banyak pasukan untuk membantu menstabilkan CAR. Pasukan Uni Afrika yang dikenal sebagai MISCA, saat ini memiliki 4.400 tentara dan dimaksudkan untuk diperkuat hingga 6.000 prajurit, berjuang untuk mengatasi negara menjadi pertumpahan darah sektarian setelah koalisi pemberontak yang disebut Seleka pemimpinnya, Michel Djotodia, dilantik sebagai presiden Muslim pertama di negara yang mayoritas Kristen itu pada Maret. Djotodia mengundurkan diri pekan lalu di bawah tekanan internasional, tetapi CAR tetap tegang saat parlemen transisi mempersiapkan untuk memilih presiden interim baru. Salah satu aturan berdasarkan pertimbangan akan menghalangi siapa pun dari mencalonkan diri, yang telah berada dalam kelompok pemberontak atau milisi dalam 20 tahun terakhir. Uni Afrika, yang sudah termasuk pasukan dari Burundi, Kamerun, Republik Demokratik Kongo, Gabon, Chad dan Equatorial Guinea adalahbekerja bersama sekitar 1.600 tentara Prancis. "Selain pengalaman batalyon sebagai bagian dari seluruh RDF (Angkatan Pertahanan Rwanda) dalam operasi penjaga perdamaian, telah mengalami pelatihan pra-penugasan secara khas pada CAR," kata juru bicara militer Joseph Nzabamwita dalam pernyataan. Setelah Djotodia merebut kekuasaan, para pejuang Seleka melakukan penjarahan, membunuh dan memperkosa yang memicu serangan balas dendam dari milisi auto-pertahanan Kristen. Kekerasan mengklaim 1.000 jiwa pada bulan lalu saja dan mengungsikan hampir sejuta orang. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
