Logo Header Antaranews Sumbar

Kemlu Iran akan Ajukan Rencana Anti-Pembajakan kepada PBB

Minggu, 8 September 2013 06:56 WIB
Image Print

Teheran, (Antara/FNA-0ANA) - Kementerian Luar Negeri Iran akan mengajukan rencana kepada Perserikatan Bangsa Bangsa untuk membentuk satu organisasi anti-pembajakan internasional, kata seorang komandan Angkatan Laut Iran. Komandan Letnan Angkatan Laut Iran Laksamana Madya Gholam Reza Khadem Biqam mengatakan, Teheran telah mengusulkan pembentukan sebuah organisasi internasional untuk memerangi pembajakan. Biqam menggarisbawahi bahwa Kementerian Luar Negeri Iran akan menyajikan rencana itu kepada PBB. Angkatan Laut Iran telah melakukan patroli anti-pembajakan di Teluk Aden sejak November 2008, ketika perompak Somalia membajak kapal kargo carteran-Iran, MV Delight, di lepas pantai Yaman. Menurut resolusi Dewan Keamanan PBB, negara-negara yang berbeda dapat mengirim kapal perang mereka ke Teluk Aden dan perairan pantai Somalia untuk melawan bajak laut dan bahkan dengan pemberitahuan terlebih dahulu kepada pemerintah Somalia untuk memasuki wilayah perairan negara itu dalam mengejar perompak laut Somalia. Teluk Aden - yang menghubungkan Samudera Hindia dengan Terusan Suez dan Laut Mediterania - merupakan koridor energi penting, terutama karena minyak Teluk Persia dikirim ke Barat melalui Terusan Suez. Angkatan Laut Iran mengirimkan armada kapal perang ke-27 ke laut lepas pada Agustus untuk melindungi kapal-kapal kargo negara itu dan tanker minyak terhadap gangguan bajak laut. Komandan Angkatan Laut Laksamana Habibollah Sayyari mengatakan Armada-27 terdiri dari pembawa helikopter Khark dan kapal perusak Sabalan. Armada 27 diberangkatkan setelah kembalinya armada-26 dari Angkatan Laut Iran, terdiri dari kapal perang Bandar Abbas dan kapal perusak Alvand, komandan Iran menambahkan. Sayyari juga mengatakan bahwa misi kapal perang adalah untuk memberikan keamanan bagi kapal tanker minyak Iran dan kapal komersial yang berlayar di laut lepas. Dia menambahkan bahwa Armada-26 telah beroperasi di Teluk Aden, Laut Merah, dan Samudera Hindia Utara selama misinya di laut terbuka dan mengunjungi sejumlah pelabuhan di Oman dan Djibouti. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026