
Pertempuran Berkobar di Kota Suriah Berpenduduk Kristen

Beirut, (Antara/AFP) - Pertempuran baru meletus antara pemberontak dan pasukan pemerintah di pinggiran kota Maalula yang berpenduduk mayoritas Kristen, kata satu kelompok pemantau, Sabtu. "Pertempuran meletus persis di dalam kota di distrik barat antara milisi propemerintah Komite Rakyat dan pemberontak," kata Rami Abdul Rahman, direktur Observatotium Suriah untuk Hak Asasi manusia kepada AFP. "Juga terjadi bentrokan senjata antara tentara yang didukung milisi pemerintah melawan para petempur pemberontak di sekitar daerah salah satu jalan-jalan masuk ke Maalula," katanya. Pertempuran di pinggiran kota itu dimulai dengan satu serangan militer terhadap satu kelompok pemberontak di satu hotel dekan satu bukit. Sementara itu televisi pemerintah yang mengutip satu pernyataan sumber militer mengatakan tentara menargetkan hotel itu dan lokasi sekitarnya di mena "para teroris" berpangkalan,menewaskan beberapa orang dan menghancurkan senjata-senjata mereka. Observatorium itu mengatakan tentara memperkuat kehadiran mereka di pos-pos yang ditinggalkan Jumat malam antara Kamis dan Jumat oleh pemberontak di satu jalan masuk ke Maalula. Awal pekan ini, oposisi Koalisi Nasional Suriah mengatakan para anggota Tentara Pembebasan Suriah (FSA) mundur dari Maalula, yag terletak di utara Damaskus. "Kesatuan-kesatuan Tentara Pembebasan Suriah, Rabu menghancurkan pos-pos di Maalula dan Jabadine yang dikuasai tentara di jalan Damaskus-Homs setelah pertempuran seru dengan pasukan Presiden Bashar al-Assad dan milisi," kata Koalisi itu. "FSA berada selama beberapa jam di daerah pinggiran kota itu, tetapi tidak menyerang gereja atau biara," kata satu pernyataan. Pernyataan itu dikeluarkan setelah Observatorium, Rabu mengatakan para petempur kelompok pemberontak Front Al-Nusra merebut satu pos militer di Maalula setelah satu serangan bom bunuh diri. Maalula adalah satu simbol kehadran Kristen di Suriah, dan banyak penduduknya berbicara bahasa Aramik, bahasa yang digunakan oleh Jesus Kristus yang berjumlah kecil tersebar dalam masyarakat-masyarakat di dunia yang sampai kini masih digunakan. Di daerah-daerah lain Suriah, Observatorium itu mengatakan, Sabtu 14 petempur pemberontak dan dua warga sipil tewas akibat kena tembak tentara di Kiswa dan Maqbaliya, dua daerah di selatan Damaskus. Observatorium itu juga melaporkan serangan-serangan terhadap Zamalka, timur Damaskus serta Daraya pinggiran ibu kota itu. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
