Logo Header Antaranews Sumbar

OJK: Tidak Semua Indikator Ekonomi Menuju Krisis

Sabtu, 7 September 2013 17:41 WIB
Image Print

Bandung, (Antara) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengemukakan bahwa gejolak yang terjadi di pasar keuangan Indonesia tidak semuanya menuju pada indikator krisis. "Tidak semua indikator ekonomi Indonesia menuju krisis, meski demikian kalau terlena bisa negatif," kata Kepala Divisi Stabilitas Sistem Keuangan OJK Harry Tangguh dalam seminar "Industri Keuangan dan Peran OJK Mendorong Kemajuan Perekonomian Nasional" di Bandung, Sabtu. Menurut dia, krisis yang terjadi pada 2008 lalu berbeda dengan tahun ini, kendati demikian pihaknya akan menjaga agar krisis yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya tidak terulang. "Dibanding 2008, masih lebih baik saat ini. Situasi di 2008 lalu berbeda, terlihat dari kapitalisasi pasar. Kita akan menjaga agar tidak terjadi seperti 2008," ucapnya. Terkait penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Harry mengatakan ada potensi beberapa pelaku pasar menggunakan fasilitas trsansaksi "short selling" sehingga menambah sentimen negatif di pasar modal domestik. "Potensi spekulan di pasar saham melakukan ''short selling'' ada, dari sistem transaksi bisa dilihat," ujarnya. Meski demikian, lanjut dia, pada dasarnya transaksi "short selling" di Indonesia diperbolehkan. Namun, OJK tetap menentukan rambu-rambu transaksi "short selling" sesuai dengan ketentuan. "Short selling secara regulasi diperbolehkan asal sesuai dengan ketentuan. Yang melakukan ''short selling'' juga pelaku pasar yang mempunyai ''view'' ke depannya," kata dia. Short selling merupakan salah satu cara transaksi saham di mana investor meminjam saham untuk dijual dengan harga tinggi dengan harapan akan membeli kembali dan mengembalikan pinjaman saham itu pada saat saham turun. (*/wij)



Pewarta:
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026