
BI: GNPIP efektif turunkan inflasi Sumbar hingga lima persen

Padang (ANTARA) - Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Endang Kurnia Saputra mengatakan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) terbukti efektif menurunkan inflasi hingga lima persen lebih di wilayah tersebut.
"Kalau di Sumbar, GNPIP relatif dianggap berhasil. Sebab, pada 2022 inflasi kita di kisaran 7,34 persen dan turun menjadi 2,24 persen pada Juni 2023. Artinya, turun 5,1 persen," kata Kepala BI Perwakilan Sumbar Endang Kurnia Saputra di Padang, Rabu.
Menurut Endang, hal tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan GNPIP yang dicanangkan BI Pusat, dan diimplementasikan oleh seluruh BI Kantor Perwakilan yang bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri, pemerintah daerah hingga Perum Bulog.
Tidak hanya itu, keberhasilan menurunkan inflasi tersebut juga tidak lepas dari kerja keras Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melalui gerakan nasional pengendalian inflasi pangan yang cukup efektif.
Menurut eks Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta tersebut, operasi pangan murah yang dijalankan 19 kabupaten dan kota di Sumbar, turut membantu menurunkan atau mengendalikan laju inflasi.
Tambahan informasi, terdapat tujuh program unggulan GNPIP yang dicanangkan BI Pusat. Program yang mengusung tema sinergi dan inovasi untuk ketahanan pangan nasional tersebut efektif dalam menekan inflasi.
Ketujuh program tersebut yakni dukungan pelaksanaan operasi pasar/pasar murah, penguatan ketahanan pangan strategis, perluasan kerja sama antardaerah, dan dukungan subsidi ongkos angkut.
Selanjutnya, peningkatan pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) dan sarana produksi pertanian, penguatan infrastruktur teknologi, informasi, dan komunikasi hingga penguatan koordinasi dan komunikasi dalam menjaga ekspektasi inflasi.
Program unggulan ini disusun mengacu pada peta jalan pengendalian inflasi 2022-2024 dan strategi pengendalian inflasi GNPIP 2023, yang mengedepankan upaya stabilitas harga yang bersifat struktural, dan berbasis digital.
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
