Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkot Padang bagikan 3.500 masker antisipasi dampak kabut asap

Kamis, 5 Oktober 2023 17:24 WIB
Image Print
Petugas BPBD Padang memberikan bantuan masker kepada warga di Pasar Alai, Padang, Sumatera Barat (Sumbar) pada Kamis (5/10/2023). (ANTARA/FathulAbdi)

Padang (ANTARA) - Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) membagikan 3.500 lembar masker kepada warga Pasar Alai pada Rabu (5/10) untuk mengantisipasi dampak kabut asap di kota setempat.

"Pembagian masker dilakukan sebagai upaya mengantisipasi berbagai dampak yang bisa ditimbulkan oleh kabut asap," kata Sekretaris BPBD Padang Robert Chandra Eka Putra di Padang, Kamis.

Ia mengatakan ribuan masker itu dibagikan kepada pedagang serta pengunjung yang berada di Pasar Alai kota setempat yang ramainya aktivitas serta mobilitas warga di pasar yang terletak di Kecamatan Padang Utara itu.

"Untuk kegiatan kali ini sengaja dipusatkan di Pasar Alai Padang karena ramainya aktivitas masyarakat, selanjutnya akan dilakukan lebih luas," ujarnya.

Ia menyebutkan aksi bagi-bagi masker melibatkan petugas gabungan dari BPBD Padang, Dinas Perdagangan, Kesehatan dan Lingkungan Hidup, Kominfo, dan didukung oleh mahasiswa UNP serta Komunitas Rangkiang Peduli Nagari.

Lebih lanjut ia menjelaskan meski kabut asap yang terjadi saat ini tidak berasal dari Padang, namun dampak dari asap kiriman tetap perlu diantisipasi supaya tidak merugikan masyarakat.

"Kabut asap jika tidak diantisipasi bisa mengakibatkan gangguan saluran pernafasan dan penyakit mata, oleh karenanya Pemerintah Kota Padang mengambil langkah cepat," ujarnya.

Dinas Kesehatan dalam kesempatan yang sama juga mengimbau kepada warga agar mendatangi Fasilitas kesehatan (Faskes) terdekat jika merasakan gejala sakit pada mata, saluran pernafasan, dan lainnya.

Selain pembagian masker, petugas juga langsung menyosialisasikan isi Surat Edaran dari Wali Kota Padang terkait antisipasi dampak kabut asap yang melanda.

Dalam Surat Edaran terdapat lima poin yang pada intinya meminta warga tidak membakar apapun yang bisa mencemari udara seperti sampah, ban, dan lain-lain.

Kemudian menunda atau mengurangi aktivitas di luar ruangan atau rumah, apalagi bagi kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, dan lanjut usia.

Ketiga, dia menyarankan warga agar menggunakan masker jika berada di luar ruangan, lalu memperbanyak minum air putih dan mengonsumsi buah dan sayuran.

Terakhir, agar melakukan pemeriksaan kesehatan jika mengalami gangguan pernafasan atau iritasi mata ke puskesmas atau pelayanan kesehatan terdekat.*



Pewarta:
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026