Logo Header Antaranews Sumbar

15 Calhaj Pasaman Batal Berangkat

Selasa, 3 September 2013 13:46 WIB
Image Print
Kasi Haji dan Umrah Kemenag Pasaman, Bujang Paman.

Lubuk Sikaping, (Antara) - Sebanyak 15 orang calon haji (Calhaj) dari Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat batal berangkat haji pada tahun ini karena imbas penyusutan kuota sebesar 20 persen secara nasional di Indonesia. "Para calon haji yang berangkat ini akan menjadi prioritas untuk difasilitasi ke tanah suci Mekkah pada tahun depan," ujar Kepala Seksi Haji dan Umrah Kemenag Pasaman, Bujang Paman di Lubuk Sikaping, Selasa. Berdasarkan kebijakan pemerintah kerajaan Arab Saudi yang pada tahun ini merenovasi Masjidil Haram sehingga terjadi penyusutan kuota untuk jemaah haji, sebutnya. Dari kuota sebesar 20 persen itu, katanya, ternyata jamaah dari Kabupaten Pasaman juga ikut dikurangi setelah dilakukan penghitungan secara menyeluruh calon jemaah haji. "Jadi, tidak hanya jamaah dari Pasaman saja yang dikurangi, melainkan juga berimbas terhadap daerah-daerah lainnya," ujarnya. Terkait jumlah jamaah yang diberangkatkan pada tahun ini, katanya, sebanyak 130 orang yang akan bergabung dengan kloter 15 yang berangkat melalui embarkasi Padang. Selain Kabupaten Pasaman, dalam kloter 15 juga tergabung dengan jamaah dari Padang Pariaman, Solok Selatan dan Kota Padang. Para calhaj asal Pasaman sendiri pada Rabu (2/10) sudah masuk asrama di Pasaman dan malamnya akan diberangkat ke Padang dan pada Jumat pagi (4/10) sudah diberangkatkan menuju Jeddah. Para jamaah dari Pasaman sudah siap untuk diberangkatkan setelah melakukan sejumlah persiapan seperti admistrasi dan dibekali dengan ilmu manasik haji yang dilakukan hingga 22 kali di Pasaman. Bahkan, pembekalan manasik haji di Pasaman selain dilaksanakan di kecamatan juga dilangsungkan tingkat kabupaten dengan harapan para jamaah lebih paham saat berada di Tanah Suci. "Alhamdulilah, kesiapan jamaah kita dari Pasaman yang akan berangkat ke Mekkah sudah mencapai 90 persen. Tinggal menunggu hari keberangkatan," katanya. Sebelumnya, tambahnya, sudah terdaftar sebanyak 165 orang yang akan berangkat pada tahun ini dan diantaranya ada yang batal berangkat karena penyusutan kuota jamaah dan juga akibat faktor-faktor lainnya seperti meninggal dunia. "Kita berharap para jamaah belum berkesempatan berangkat tahun ini bisa melakukan haji pada tahun depan. Sebaliknya, yang beangkat tahun ini menjadi haji yang mabrur setelah pulang dari tanah suci," ujarnya. (**/zik/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026