Logo Header Antaranews Sumbar

Jamaah Dipungut Uang Hampir Setiap Perjalanan Bus

Selasa, 13 November 2012 07:28 WIB
Image Print

Jeddah, (ANTARA) - Praktik minta uang tips pada jamaah oleh sopir bus Naqaba (konsorsium perusahaan bus Saudi) tidak pernah berhenti sejak dahulu hingga sekarang. Ketua keloter SOC-44 Solo Muhaimin dan sejumlah anggota kelompok terbangnya di Jeddah, Selasa, mengatakan praktik itu terjadi hampir di setiap perjalanan. Transportrasi bus dikelola oleh Naqaba sejak dari Bandara King Abdul Azis Jeddah ke Madinah, lalu Madinah-Makkah, Makkah Arafah, Arafah-Muzdalifah, Muzdalifah-Mina, dan Makkah-Jeddah. "Hampir di setiap perjalanan dengan bus, sopir-sopir itu meminta uang tips pada jamaah," kata Muhaimin. Meski sudah diberi uang tips, tetapi sopir bus Tamimi & Saihati menjalankan busnya ugal-ugalan sehingga empat bus tabrakan beruntun dan 17 jamaah SOC-44 Solo dirujuk ke tiga rumah sakit Saudi di Jeddah. Kadar (48) anggota jamaah SOC-44 mengatakan acap kali meskipun sudah diberi tips 50 riyal, tetapi sopir masih meminta lagi pada jamaah dengan anggapan uang 50 riyal itu dari Ketua Rombongan. "Atau mereka tidak puas hanya mendapat 50 riyal dari jamaah itu," kata Kadar. Dia mengusulkan agar jamaah dibebaskan dari kewajiban memberi tips pada sopir. Sementara Muhaimin, menyatakan semula tips itu sekadar sedekah dari jamaah untuk sopir dan ucapan terimakasih. Di sisi lain, tips itu seperti kewajiban jamaah pada sopir. "Pada praktiknya sekarang seperti kewajiban jamaah pada sopir karena sopir meminta dengan sedikit memaksa," kata Samrotul Tuada (25) anggota jamaah SOC-44. Pada bus dia sebelum peristiwa tabrakan, sopir menggunakan kopiah seorang jamaah meminta tips dengan setengah memaksa. Muhaimin mengatakan jika diberi sedikit uang, sopir bus melontarkan pernyataan Indonesiyi baghil (orang Indonesia pelit). Praktik minta uang tips itu dilakukan hampir di setiap perjalanan dengan bus. "Bahkan, saat penurunan koper dari bus, pengangkatan koper ke bus dan jasa lainnya, petugas selalu minta uang tips," kata Suwarno anggota jamaah SOC-44. Terkadang, jamaah tua sendiri yang meminta pertolongan untuk membantu mengangkat koper dengan imbalan riyal dalam jumlah tertentu. Kadar mengimbau agar praktik minta tips itu dihentikan. "Saya sudah mengusulkan itu pada kuisoner yang diberikan petugas BPS pada jamaah," kata kadar. Sebelumnya, Kadaker Jeddah Ahmad Abdullah dalam berbagai kesempatan di awal musim haji di Bandara King Abdul Azis, Jeddah, berulang kali mengingatkan agar jamaah tidak memberi uang tips kepada sopir dan juga petugas pelayanan haji Indonesia. "Jangan memberi tips kepada siapa saja karena akan merusak sistem yang sudah dibangun," katanya. Permintaan tidak memberi tips kepada sopir juga disampaikan Muasasah (koordinator Pelayanan Haji Saudi). Namun, pada praktiknya tips itu masih terjadi di musim haji 1433 H. "Jika tidak diberi tips sopir menjalankan bus ugal-ugalan dan membawanya tersendat-sendat," kata Muhaimin. Sebelumnya, jamaah MES-6 Medan memukul sopir bus karena ngambek tidak diberi tips. "Sopir mematikan mesin mobil, AC dimatikan dan pintu ditutup," kata Kasie Pasukan Pengaman Daker Jeddah Aminuddin. Ketika sopir membuka pintu mobil, Jamaah Medan itu lalu mengeroyoknya. Imbauan agar tidak memberi uang tips selalu disampaikan pada jamaah, kata Aminuddin, tetapi sejumlah sopir acap kali nakal dan memaksa. Sebelumnya, salah satu bus yang mengangkut jamaah dari Madinah-Makkah terbakar berikut tas jamaah. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026