Logo Header Antaranews Sumbar

Wamentan: Potensi BPTU Padang Mengatas Perlu Dikembangkan

Senin, 2 September 2013 07:21 WIB
Image Print

Padang,(Antara) - Wakil Menteri Pertanian RI Rusman Heriawan menyatakan Balai Pembibitan Ternak Unggulan (BPTU) sapi potong di Padang Mengatas, Kecamatan Luhak, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat perlu dikembangkan. Hal ini disampaikan saat melakukan kunjungan kerja meninjau BPTU sapi potong Padang Mengatas yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Minggu. Ikut dalam rombongan tersebut Bupati Fak Fak Papua Barat, Mohammad Uswanas, mantan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Prabowo Respatiyo Caturroso, Direktur Pembibitan Abu Bakar, Gubernur Sumbar yang diwakili oleh Kadis Peternak Sumbar Erinaldi, Kepala BPTU Padang Mengatas Sugiono serta Kepala Dinas Peternakan Limapuluh Kota. Menurut Wamen, penting untuk pengembangan BPTU supaya berperan menghasilkan bibit ternak sapi potong unggul untuk wilayah Sumatra. Selama ini sudah menjadi kebanggaannya terhadap potensi dan kegiatan yang telah dilakukan BPTU Padang Mengatas dalam pengembangan bibit ternak sapi dalam upaya mencapai swasembada daging di Indonesia. "Ke depan, ini mesti terus kita kembangkan secara baik disetiap daerah di Indonesia, karena masih banyak yang sesuai dengan pengembangan ternak sapi seperti disini," ujarnya. Melihat pengembangan ternak sapi, sesungguhnya Indonesia bagian Timur juga memiliki potensi yang besar, dimana iklimnya tentu hampir sama dan mirip dengan yang ada di Benua Australia. "Saat ini ikut bersama kita Bupati Fak Fak Papua Barat yang ingin melihat langsung kegiatan BPTU Padang Mengatas. Kementan bantu daerah-daerah yang memiliki komitmen yang kuat memajukan dunia peternak Indonesia," katanya. Namun, tanpa komitmen Kementerian Pertanian RI tentu tidak akan melakukan sinegritas program dengan daerah-daerah, karena sia-sia kalau dipaksakan. Ke depan tanpa mengabaikan dan mengurangi Bantuan Sosial (Bansos) ternak kepada masyarakat, pengembangan bibit sapi pedaging ini menjadi prioritas utama. Sementara untuk Bansos, kata dia, pihaknya akan melakukan berbagai perbaikan, sehingga benar-benar tepat sasaran dan memiliki potensi peningkatan kemampuan masyarakat dalam produksi ternak yang baik. Dalam kesempatan itu, Rusman menyampaikan saat ini kegiatan pengembagan peningkatan produksi ternak memang lebih baik dengan inseminasi buatan, jika dibandingkan cara alamiah. Oleh karena itu, berharap kepada masyarakat juga mau mengikuti cara-cara pengembangan tersebut, sehingga menghasilkan produksi dan bibit yang baik. Kepada para pegawai BPTU Padang Mengatas, Wamen berpesan, agar berkerja dengan kebanggaan, karena ini merupakan sebuah prestasi dan BPTU Padang Mengatas sudah dikenal di mancanegara, mari wujudkan dengan produksi yang terbaik. Kadis Peternakan Sumbar Erinaldi menyampaikan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Payakumbuh sedang memasang peralatan oleh pemborong Spanyol yang jadwal penyelesaiannya 20 Oktober 2013. Sementara itu penyiapan ternak dilaksanakan dengan pola inti plasma yang mengutamakan pada kawasan klaster "TRIARGA", yang mencakup program pengembangan sapi di Sumatera Barat, baik pembiakan maupun untuk pedaging. Sedanga BPTU Padang Mengatas merupakan UPTD Kementrian Pertanian RI yang selalu mendukung kemajuan pengembangan ternak di Sumbar, karena telah terbangun sinergitas secara baik dengan Kementan khususnya Dirjen Peternakan. Selain itu, juga mendapat dukungan dari Kementan dalam perbaikan mutu, kualitas ternak bagi masyarakat, sehingga perkiraan pesentase kenaikan produktifitas usaha ternak di Sumbar terus meningkat setiap tahun sebesar 1.500 ton. Kepala BPTU Padang Mangatas Sugiono menambahkan, saat ini jumlah populasi ternak di Padang Mengatas ini telah berjumlah 450 ekor sapi terbaik. Bahkan, pada tahun ini akan mendapat tambahan sebanyak 200 ekor sapi lagi, karena lokasi pengembangan dengan luas lahan lebih dari 280 ha dan masih ada 80 ha belum dapat dimanfaatkan secara baik. "Kita berharap pengembangan ternak ini makin di perbanyak sehingga akan mampu berproduksi secara baik setiap tahunnya. Minimalnya memiliki 2000 ekor sapi pengembangan untuk dikembang biakan," ujarnya.(*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026