
Bolivia Minta Brazil Serahkan Senator Buronan

La Paz, (Antara/Xinhua-OANA) - Presiden Bolivia Evo Morales pada Rabu waktu setempat meminta pemerintah Brazil untuk menyerahkan Senator Roger Pinto Molina yang diselundupkan ke Brazil pada akhir pekan lalu. "Brazil harus memulangkan Roger Pinto agar bisa diadili sesuai dengan hukum Bolivia, hal itu akan menjadi kontribusi positif dalam upaya perang melawan korupsi," kata Morales dalam jumpa pers di La Paz. Pinto adalah buronan pemerintah Bolivia setelah dirinya dijatuhi hukuman penjara satu tahun atas tuduhan korupsi. Dengan bantuan seorang diplomat Brazil, Pinto berhasil kabur dengan kendaraan diplomatik milik Kedutaan Brazil di La Paz setelah menempuh perjalanan darat selama 22 jam. Morales yang menyebut Pinto sebagai kriminal yang tidak seharusnya meninggalkan Bolivia. Morales juga menyampaikan kekecewaannya atas cara Pinto kabur dari Bolivia dan meminta penjelasan dari pemerintah Brazil, yang telah memecat Menlu Antonio Patriota terkait kasus Pinto. "Kami menunggu jawaban resmi atas nota diplomatik yang dikirim Menlu Bolivia," tegas Morales. Dia juga meyakini bahwa faksi konservatif di Brazil mengiginkan adanya konfrontasi antara kedua negara. Senator Roger Pinto, seteru politik Presiden Bolivia Evo Morales, berhasil keluar dari kantor kedutaan pada Jumat dengan menggunakan mobil kedutaan yang dikawal marinir Brazil, kemudian berhasil menyeberang ke Corumba setelah menempuh 1.600 kilometer perjalanan darat. Diplomat Brazil bernama Eduardo Saboia itu mengatakan tindakannya murni merupakan keputusan pribadi karena ada ancaman atas nyawa dan martabat senator Bolivia tersebut. Saboia beralasan bahwa senator yang membelot itu menghabiskan 452 harinya di sebuah kubikel dekat ruangan kantornya. "Tentunya hal itu melanggar hak asasi manusia karena tidak ada prospek pelarian atau negosiasi, sementara Pinto terus mengalami depresi yang semakin memburuk," kata diplomat itu. Menlu Brazil Antonio Patriota pada Senin menyampaikan pengunduran dirinya akibat insiden yang memicu kemarahan dari pihak Bolivia itu. Presiden Brazil Dilma Roussef pada Rabu menunjuk Menteri Luar Negeri yang baru, Luiz Alberto Figueiredo, yang sebelumnya menjabat sebagai Duta Besar Brasil untuk PBB di New York. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
