
Perguruan tinggi edukasi anak didik di Padang hadapi bencana alam

Padang (ANTARA) - Universitas Andalas (Unand) bekerja sama dengan Universitas Negeri Padang (UNP) mengedukasi anak didik di Kota Padang, Sumatera Barat terkait dengan langkah-langkah menghadapi bencana alam, seperti gempa bumi.
"Sosialisasi dan simulasi evakuasi gempa serta tsunami ini harus rutin dilakukan sehingga masyarakat termasuk anak didik tidak kebingungan apabila terjadi gempa yang sebenarnya," kata akademisi dari Fakultas Teknik Unand Yosritzal di Padang, Sabtu.
Ketua Departemen Teknik Sipil Unand tersebut, mengatakan sosialisasi terkait dengan kebencanaan tersebut diikuti sekitar 100 anak didik dari empat sekolah dasar negeri yang tersebar di Kelurahan Ulak Karang Selatan.
Dalam sosialisasi kebencanaan serta simulasi evakuasi tsunami tersebut, ia mengedukasi anak didik untuk segera mencari perlindungan saat terjadi gempa bumi. Langkah yang harus dilakukan yakni menunduk di bawah meja dan sudut segitiga aman.
"Setelah gempa berhenti siswa di bawah arahan guru segera berkumpul ke halaman sekolah," kata dia.
Ia mengatakan apabila pusat gempa terjadi di laut dan guncangan dalam durasi lama serta kuat yang ditandai susah berdiri, maka ada kemungkinan gempa tersebut menimbulkan tsunami.
"Dalam kondisi tersebut para guru harus segera memimpin evakuasi siswa ke tempat yang lebih aman," ujarnya.
Pada kesempatan itu, ia juga menegaskan bahwa pengurangan risiko bencana merupakan bagian dari visi Departemen Teknik Sipil Universitas Andalas.
Dalam kegiatan sosialisasi dan simulasi yang dilakukan di selter Darma Wanita Ulak Karang tersebut, ratusan anak didik tampak antusias mengikuti kegiatan yang digagas dua perguruan tinggi negeri di Kota Padang itu.
Dian, salah seorang peserta, mengaku antusias mengikuti sosialisasi dan simulasi gempa bumi yang diikutinya bersama anak didik lainnya.
"Senang karena bisa menambah pengetahuan, dan asik juga naik ke puncak selter," kata dia
Setelah melakukan perjalanan sekitar dua kilometer, anak didik dari empat satuan pendidikan tersebut kembali ke sekolah masing-masing.
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
