Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab Agam alokasikan Rp1,6 miliar mitigasi bencana-cadangan pangan

Senin, 13 Juli 2026 14:10 WIB
Image Print
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam Rosva Deswira. ANTARA/Yusrizal

Lubuk Basung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatra Barat mengalokasikan dana sebesar Rp1,6 miliar untuk mitigasi bencana dan cadangan pangan sebanyak 120 ton beras yang dimanfaatkan saat daerah tersebut terkena bencana alam.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam Rosva Deswira di Lubuk Basung, Senin, mengatakan dana Rp1,6 miliar itu berasal dari Transfer Ke Daerah (TKD) pada 2026.

"Dana ini bakal digunakan untuk membeli beras 120 ton dan sisanya untuk kebutuhan lainnya," katanya.

Ia mengatakan beras 120 ton tersebut bakal disimpan di Perum Bulog untuk cadangan beras yang dimanfaatkan saat daerah tersebut terkena bencana alam maupun kelangkaan beras.

Pengadaan beras sebanyak 120 ton itu berdasarkan penetapan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Ini berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan Atas Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 15 Tahun 2023 tentang Tata Cara Penghitungan Jumlah Cadangan Beras Pemerintah Daerah.

Berdasarkan peraturan itu, Pemkab Agam harus menyediakan sebanyak 112 ton beras yang sesuai dengan jumlah penduduk.

"Dari penetapan itu, bahwasanya Agam harus menyediakan beras 112 ton dan kita melakukan pengadaan 120 ton," katanya.

Ia menambahkan pengadaan beras belum dilakukan, karena belum ada penetapan harga per kilogram dari Bapanas.

Apabila penetapan harga sudah turun, maka Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam langsung melakukan pengadaan.

Saat ini, tambahnya cadangan beras Pemkab Agam tersisa di Perum Bulog hanya 800 kilogram dari 22 ton, karena telah dikeluarkan saat bencana hidrometeorologi melanda daerah itu pada akhir November 2025.

Dengan kondisi ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam bakal meminta beras ke Pemprov Sumbar apabila terjadi bencana alam.

"Kita bakal mengajukan permintaan beras karena pasokan cadangan pangan tinggal sedikit," katanya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026