
Pengamat: Jangan Sepelekan Persoalan Pangan di Indonesia

Jakarta, (Antara) - Pengamat ekonomi pangan Teguh Boediyana meminta agar pemerintah tidak menyepelekan persoalan pangan yang terjadi di Indonesia termasuk gejolak harga sejumlah komoditas pangan penting dalam beberapa waktu terakhir. "Kita harus melihat isu pangan ini sebagai masalah yang serius dan ke depan kita sudah tidak boleh menggantungkan diri lagi pada impor," kata Teguh Boediyana di Jakarta, Kamis. Menurut dia, sudah saatnya pemerintah menata sektor pangan dan menyusun data statistik yang akurat terkait pasokan dan kebutuhan pangan masyarakat. "Kalau selama ini, terkesan seperti dilepaskan begitu saja. Diserahkan kepada mekanisme pasar padahal ini menyangkut hajat hidup orang banyak di negara kita," katanya. Ia menyatakan prihatin terhadap gejolak harga pangan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Ketika harga daging di pasaran belum juga stabil, harga kedelai terkerek naik salah satunya akibat depresiasi rupiah terhadap dolar AS. "Kalau kita tidak punya perencanaan yang baik, komoditas lain tinggal tunggu waktu untuk bergejolak," katanya. Ia berharap pemerintah mulai merancang dan menerapkan kebijakan yang sistematik untuk jangka pendek, jangka menengah, hingga jangka panjang untuk mencegah terjadinya kelangkaan produk pangan di Tanah Air. "Cita-cita swasembada harus tetap dinomorsatukan," katanya. Teguh juga meminta agar Perum Bulog dikembalikan perannya sebagai stabilisator harga pangan dengan terlebih dahulu direformasi dari sisi kelembagaan maupun internal birokrasi. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
