
Iran Peringatkan Pejabat PBB Serangan Terhadap Suriah Bahayakan Kawasan

Teheran, (Antara/AFP) - Iran telah memperingatkan seorang pejabat tinggi Perserikatan Bangsa Bangsa yang berkunjung bahwa akan terjadi "konsekuensi serius" di kawasan dalam kasus aksi militer internasional di Suriah, kata juru bicara kementerian luar negeri Abbas Araqchi Selasa. Pesan itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif dalam pertemuan Senin dengan Kepala Urusan Politik PBB Jeffrey Feltman, yang berada di Teheran untuk melakukan pembicaraan termasuk mengenai Suriah, kata Araqchi kepada wartawan. "Penggunaan cara-cara militer (terhadap Suriah) akan memiliki konsekuensi serius tidak hanya bagi Suriah tetapi juga seluruh wilayah," kata Araqchi menjelaskan percakapan antara Zarif dan Feltman. Sekutu regional utama Presiden Suriah Bashar al-Assad, Iran dalam beberapa hari terakhir ini memperingatkan terhadap intervensi militer Barat terhadap Suriah setelah tentaranya dicurigai melakukan serangan senjata kimia di luar Damaskus pekan lalu. Rezim Bashar dan kelompok pemberontak berjuang saling menuduhmelakukan serangan, yang dikatakan telah menewaskan ratusan orang. Araqchi mengulangi klaim bahwa ada "bukti" bahwa pemberontak Suriah telah menggunakan senjata kimia, dan menambahkan bahwa Rusia, sekutu penting Bashar lainnya, telah menyerahkan ini kepada Dewan Keamanan PBB. Menyoroti apa yang disebut "situasi sensitif" di wilayah tersebut,Araqchi menyarankan Barat untuk berusaha bertindak lebih "bijaksana" dalam berurusan dengan Suriah, terutama karena "tidak ada otorisasi dari Dewan Keamanan" untuk aksi militer. Pernyataan itu dikeluarkan setelah Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan Senin, bahwa penggunaan senjata kimia tak bisa dipungkiri, dan bahwa pemerintahan Obama akan terus melakukan perhitungan dengan Damaskus. Kerry juga mengisyaratkan bahwa AS bergerak lebih dekat ke arah respon militer setelah berkonsultasi dengan sekutunya. Menteri Luar Negeri Inggeris William Hague sebelumnya mengatakan bahwa Barat bisa bertindak terhadap Suriah bahkan tanpa dukungan penuh Dewan Keamanan PBB. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
